Greenland Tegas Pilih Denmark, Bukan Amerika Serikat

0
4c5a9069-eaed-42d2-a238-86725d27011d

Ilustrasi PM Greenland, Jens-Frederik Nielsen sedang jumpa pers (Foto: Generated AI)

El John News, Jakarta-Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, secara terbuka menegaskan sikap pemerintahannya terkait keinginan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali mencuat untuk menguasai Greenland. Nielsen menyatakan dengan tegas bahwa Greenland tidak akan dijual maupun berada di bawah kendali Amerika Serikat, dan memilih tetap berada dalam Kerajaan Denmark.

Pernyataan tersebut disampaikan Nielsen dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, di Kopenhagen, Selasa (13/1/2026) waktu setempat. Dalam situasi geopolitik global yang semakin kompleks, Nielsen menilai persatuan dengan Denmark menjadi pilihan paling rasional bagi Greenland saat ini.

“Kami sedang menghadapi tekanan geopolitik yang serius. Jika harus menentukan sikap antara Amerika Serikat dan Denmark pada saat ini, maka pilihan kami jelas, yakni Denmark”

Ia menegaskan bahwa Greenland tidak memiliki keinginan untuk dimiliki, diperintah, atau dijadikan bagian dari Amerika Serikat dalam bentuk apa pun.

Sikap tegas tersebut disampaikan menjelang pertemuan penting antara Menteri Luar Negeri Denmark dan Greenland dengan pejabat tinggi Amerika Serikat, yakni Menlu AS Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance, yang dijadwalkan berlangsung di Washington pada Rabu (14/1/2026). Pertemuan ini dipandang krusial di tengah meningkatnya tensi diplomatik terkait posisi strategis Greenland di kawasan Arktik.

Menanggapi pertanyaan soal masa depan rencana kemerdekaan Greenland, Nielsen menegaskan bahwa isu tersebut untuk sementara tidak menjadi prioritas. Menurutnya, saat ini adalah momentum untuk menjaga persatuan dan memperkuat posisi Greenland sebagai bagian dari Kerajaan Denmark, terutama dalam mempertahankan prinsip kedaulatan dan stabilitas kawasan.

Sementara itu, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengakui bahwa tekanan yang datang dari Amerika Serikat bukanlah hal yang mudah dihadapi. Ia menyebut situasi tersebut sebagai tekanan yang tidak dapat diterima, terlebih datang dari negara yang selama ini dianggap sebagai sekutu dekat.

Frederiksen juga menekankan pentingnya peran NATO dalam menjaga keamanan Greenland. Menurutnya, wilayah Greenland memiliki tingkat kepentingan strategis yang sama dengan seluruh kawasan NATO lainnya. Ia mengingatkan bahwa perlindungan terhadap Greenland merupakan bagian dari tanggung jawab kolektif aliansi pertahanan tersebut.

Di tengah ketegangan ini, Denmark dan Greenland mendapat dukungan dari sejumlah negara Eropa. Inggris dan Jerman dilaporkan tengah membahas opsi pengerahan militer di Greenland sebagai sinyal kuat bahwa Eropa serius menjaga keamanan Arktik dan menahan ambisi sepihak Amerika Serikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *