Prabowo Optimistis Indonesia Kuat di Tengah Geopolitik Global yang Makin Memanas

0
Screenshot_10-3-2026_0134_presidenri.go.id

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keterangan pers, 9 Maret 2026 (Foto: BPMI Setpres)

El John News, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekuatan dan sumber daya yang cukup untuk menghadapi ketidakpastian global yang saat ini semakin meningkat, terutama akibat konflik geopolitik di berbagai kawasan dunia, termasuk di Timur Tengah.

Menurut Presiden, meskipun situasi global sedang bergejolak, Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam dan potensi ekonomi yang mampu membuat negara ini keluar dari berbagai krisis dengan kondisi yang lebih kuat.

“Saudara-saudara sekalian, kita berada dalam situasi dunia yang penuh tantangan. Namun saya telah mempelajari berbagai angka dan data mengenai kekayaan bangsa kita. Saya yakin setiap hari kita akan keluar lebih kuat dari situasi ini,” ujar Presiden saat di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, (9/3/2026).

Ia menegaskan bahwa Indonesia berpotensi keluar dari tekanan global dalam kondisi yang lebih makmur, produktif, dan mandiri.

“Kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan lebih kuat, lebih makmur, lebih produktif, dan semakin mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita juga harus bersyukur atas karunia besar yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa kepada bangsa Indonesia”

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan nasional, terutama di tengah kondisi dunia yang dilanda konflik dan berpotensi mengganggu rantai pasok global.

Menurutnya, upaya menuju swasembada pangan yang selama ini diperjuangkan mulai menunjukkan hasil, terutama dalam produksi beras sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia.

“Saya telah bertahun-tahun memperjuangkan swasembada pangan. Di tengah situasi perang dan konflik di berbagai belahan dunia, Indonesia kini semakin mendekati swasembada beras, yang merupakan makanan pokok rakyat kita,” jelasnya.

Presiden menambahkan bahwa pemerintah juga tengah memperkuat kemampuan nasional untuk memenuhi kebutuhan protein dalam negeri.

“Kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan protein kita sendiri. Jadi apa pun yang terjadi di dunia, ketika banyak negara menghadapi kesulitan pangan, minimal Indonesia tetap aman,” ujarnya.

Selain pangan, Presiden juga menekankan pentingnya kemandirian di sektor energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).

Ia menyebut bahwa selama ini pemerintah terus mendorong program swasembada energi agar ketergantungan terhadap impor energi dapat dikurangi secara signifikan.

“Masalah BBM juga sudah lama kita perjuangkan melalui swasembada energi. Kita memiliki karunia besar dari Tuhan Yang Maha Kuasa, yaitu sumber daya alam yang memungkinkan kita memenuhi kebutuhan energi dari dalam negeri,” kata Presiden.

Menurutnya, Indonesia bahkan memiliki potensi memproduksi bahan bakar berbasis sumber daya nabati, seperti kelapa sawit dan singkong.

“Ke depan kita ingin mampu memenuhi kebutuhan BBM bukan lagi dari impor luar negeri, tetapi dari sumber daya kita sendiri, termasuk dari tanaman seperti kelapa sawit dan singkong,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *