Menteri Bahlil: Energi Aman, Tapi Penggunaan Harus Bijak

0
arsip-berita-menteri-bahlil-pastikan-pasokan-energi-aman-pada-arus-balik-lebaran-5ptljq8

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, memberikan keterangan pers usai melakukan pemantauan langsung kondisi pasokan energi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 35i Rest Area 519B, Sragen dan SPBU 44.577.09 Bolon, Karanganyar, Jawa Tengah, 26 Maret 2026 (Foto: Humas Kementerian ESDM)

El John News-Jakarta-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pasokan energi nasional tetap terjaga meski sejumlah negara mengalami krisisi energi, akbiat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah . Dalam keterangannya kepada wartawan, Bahlil membeberkan kondisi BBM dan LPG serta mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak.

“BBM berbentuk bensin, sebagian 50 persen kita masih impor, sebagian kita dalam negeri. Tetapi kita sudah mencari alternatif-alternatifnya, termasuk klutnya. LPG kita masih impor, kurang lebih sekitar 70 persen dalam total kebutuhan kita,” kata Bahlil usai melakukan pemantauan langsung kondisi pasokan energi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 35i Rest Area 519B, Sragen dan SPBU 44.577.09 Bolon, Karanganyar, Jawa Tengah (26/3/2026).

Meskipun situasinya terkendali, Bahlil menekankan pentingnya peran masyarakat. “Insya Allah kita dalam kondisi yang baik. Namun sekalipun kita dalam kondisi yang baik, saya memohon dukungan dari semua rakyat Indonesia. Masalah ini bukan hanya masalah pemerintah, masalah kita semua,” ujarnya.

Ia pun memberi contoh konkret penggunaan energi bijak di rumah tangga. “Kalau masak pakai LPG, setelah masakan matang, jangan biarkan kompor boros. Kita harus meminta bantuan rakyat untuk bersama-sama memakai energi dengan bijaksana. Kalau ini mampu kita lakukan bersama-sama, insya Allah energi kita ke depan akan semakin baik,” tambahnya.

Bahlil juga menegaskan bahwa cadangan minyak nasional saat ini masih berada pada standar minimal nasional untuk solar maupun bensin, dengan kapasitas penyimpanan antara 21–28 hari. “Tetapi itu kan datang dan berganti terus. Hari ini ada yang keluar 3 hari, nanti ada yang masuk lagi. Kita optimalkan kilang-kilang di Indonesia dan impor dari negara lain,” jelasnya.

Terkait pasokan dari Selat Hormuz, Bahlil menyampaikan bahwa 20 persen pasokan sebelumnya berasal dari wilayah tersebut. “Sekarang kita sudah switch ke tempat lain, dan pasokannya insya Allah sudah mulai membaik,” katanya.

Selain itu, Menteri Bahlil menyinggung subsidi energi bagi masyarakat. “Kami, khususnya untuk subsidi, sampai semalam arahan Bapak Presiden adalah mencari cara agar jangan memberatkan rakyat. Kami terus bekerja sama dengan Menteri Keuangan untuk mencari solusi terbaik, sekalipun krisis, tetapi tetap memperhatikan rakyat,” ujarnya menutup keterangannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *