TikTok Tertibkan 1,7 Juta Akun Anak, Bukti Nyata PP TUNAS Mulai Jalan

0
dXBsb2Fkcy8yMDI2LzQvMjgvZGFlODZiYmUtMmJlNS00M2FkLWE0ZTMtNGExNzM2YTE5ZDBjLmpwZWc=

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid sedang memberikan keterangan pers (FOto: Humas Komdigi)

El John News, Jakarta-Upaya pemerintah dalam mendorong kepatuhan platform digital terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola untuk Anak Aman dan Sehat di Ruang Digital (PP TUNAS) mulai menunjukkan hasil nyata. Salah satu platform besar, TikTok, melaporkan telah menonaktifkan sebanyak 1,7 juta akun milik pengguna di bawah usia 16 tahun.

Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan laporan sebelumnya pada pertengahan April 2026 yang mencatat sekitar 780 ribu akun anak telah ditutup. Kenaikan ini menjadi indikator percepatan implementasi kebijakan perlindungan anak di ruang digital.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa langkah ini menunjukkan komitmen platform mulai diwujudkan secara konkret.

“Per hari ini, yang telah dinonaktifkan akun di bawah 16 tahun adalah 1,7 juta akun anak dari platform TikTok,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya mendorong komitmen, tetapi juga meminta langkah nyata dari seluruh platform digital.

“Kami menghimbau para platform yang sudah mengatakan komitmen kepatuhannya untuk tidak berhenti di hanya komitmen kepatuhan, tapi untuk segera melapor langkah-langkah nyata yang sudah dilakukan kepada publik di Indonesia melalui Kementerian Komdigi,” ujar Meutya dalam sesi jumpa pers di kantor Komdigi.

Selain penertiban akun anak, pemerintah bersama TikTok juga membahas rencana aksi lanjutan yang lebih terukur, termasuk penguatan penanganan konten berisiko seperti judi online.

Meutya juga mengingatkan seluruh platform untuk segera menyampaikan laporan evaluasi mandiri sebelum tenggat waktu yang ditentukan.

“Jadi kalau yang belum silakan juga untuk segera memberikan self assessment-nya agar tidak bertumpuk di ujung, agar bisa disegerakan juga oleh penilaian-penilaian dari tim kami di Kementerian Komdigi,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan TikTok Indonesia menegaskan komitmen platform dalam menjaga keamanan pengguna serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah.

“Kami sangat mengapresiasi Komdigi yang sudah menjadi partner kami selama ini untuk terus menggiatkan literasi digital dan berbagai kampanye lainnya seperti anti judi online,” ungkap pihak TikTok.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan anak di ruang digital sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *