Rupiah Melemah, Pasar Elektronik Mangga Dua Kian Sepi Pembeli

0
Untitled

Seorang pedagang elektronik sedang menunggu pembeli (Foto: tangkapan layar)

El John news, Jakarta-Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang nyaris ke angka Rp18.000, mulai memberikan dampak serius terhadap sektor penjualan elektronik di Jakarta. Kondisi ini terlihat di kawasan pusat perbelanjaan elektronik Mangga Dua, Jakarta Pusat, yang kini tampak lebih lengang dibanding biasanya pada Selasa (27/5/2026).

Kenaikan kurs dolar membuat harga barang elektronik impor ikut melonjak. Situasi tersebut menyebabkan daya beli masyarakat menurun sehingga aktivitas transaksi di sejumlah toko elektronik ikut lesu.

Sepinya pengunjung terlihat di banyak lorong pusat perbelanjaan. Bahkan, tidak sedikit kios yang memilih tutup karena omzet penjualan terus mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir.

Para pedagang mengaku kondisi mulai terasa sejak nilai tukar dolar menembus kisaran Rp16 ribu. Harga barang impor seperti laptop, televisi, hingga komponen komputer terus mengalami kenaikan, sementara minat masyarakat untuk membeli justru semakin menurun.

Sejumlah penjual menyebut penurunan omzet bisa mencapai 80 persen. Dalam kondisi tertentu, toko bahkan tidak mendapatkan transaksi penjualan sama sekali sejak pagi hingga malam hari.

“Semenjak dollar 16 ribu daya beli masyarakat mulai mengalami penurunan. Udah gitu barang baru  juga tidak ada yang masuk sehingga  stok kosong,: ujar  Heri salah satu karyawan toko.

Selain harga barang yang berubah cepat, pedagang juga kesulitan menentukan harga jual karena nilai tukar dolar yang fluktuatif. Kondisi ini membuat penjual dan konsumen sama-sama kebingungan menghadapi perubahan harga elektronik yang bisa terjadi hampir setiap minggu.

Di tengah lesunya pasar elektronik baru, penjualan laptop bekas atau second justru mengalami peningkatan. Banyak masyarakat kini memilih barang bekas karena dinilai lebih terjangkau untuk kebutuhan kerja maupun sekolah.

Pedagang laptop second mengaku permintaan meningkat cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Namun di sisi lain, mereka tetap menghadapi kenaikan harga suku cadang seperti RAM dan SSD yang disebut naik hingga dua kali lipat dibanding sebelumnya.

“Harga yang tidak stabil membuat pembeli dan penjual bingung, dan dampaknya daya beli masyarakat juga turun,” tutur Rasya salah satu pedagang lap top bekas.

Para pelaku usaha berharap pemerintah dapat segera menstabilkan nilai tukar rupiah agar harga barang kembali terkendali dan aktivitas perdagangan elektronik bisa kembali normal. Mereka khawatir jika kondisi ini terus berlangsung, semakin banyak toko yang tidak mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *