Lewat Telepon, Trump Sebut Israel dan Hezbollah Sepakat Hentikan Tembakan

0
aac2ad75-6dfe-4904-ba8a-d91cfb28e9d9.png landscape

Presiden AS Donald Trump sedang di ruang kerja (Foto: Instagram The White House)

El John News, Jakarta-Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perkembangan terbaru terkait konflik antara Israel dan Hezbollah di Lebanon. Melalui akun media sosial Truth Social miliknya, Trump mengklaim telah melakukan komunikasi langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan perwakilan Hezbollah yang berujung pada kesepakatan penghentian aksi saling serang.

Menurut Trump, dirinya secara khusus meminta Netanyahu untuk membatalkan rencana operasi militer besar ke Beirut, ibu kota Lebanon. Permintaan tersebut, kata Trump, langsung direspons oleh pemimpin Israel dengan menarik kembali pasukan yang sebelumnya bergerak menuju wilayah tersebut.

“Saya berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hari ini dan memintanya agar tidak melancarkan operasi besar ke Beirut, Lebanon. Dia kemudian memerintahkan pasukannya untuk berbalik arah,” tulis Trump dalam pernyataannya di Truth Social.

Selain berkomunikasi dengan pihak Israel, Trump juga mengaku melakukan pembicaraan dengan perwakilan para pemimpin Hezbollah. Dalam komunikasi tersebut, kedua pihak disebut menyatakan kesediaan untuk menghentikan aksi penembakan yang selama ini memicu ketegangan di kawasan perbatasan.

“Saya juga berbicara dengan perwakilan dari para pemimpin Hezbollah, dan mereka sepakat untuk menghentikan penembakan terhadap Israel dan para tentaranya. Demikian pula, Israel setuju untuk menghentikan penembakan terhadap mereka,” lanjut Trump.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran masyarakat internasional atas kemungkinan meluasnya konflik di Timur Tengah. Beirut sebelumnya menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai potensi operasi militer Israel yang lebih besar terhadap sasaran yang diduga terkait Hezbollah.

Meski mengaku optimistis dengan perkembangan tersebut, Trump tetap menaruh perhatian terhadap keberlanjutan kesepakatan yang telah dicapai. Ia berharap penghentian aksi saling serang dapat berlangsung dalam jangka panjang dan menciptakan stabilitas di kawasan.

“Mari kita lihat berapa lama hal ini akan bertahan, semoga saja untuk selama-lamanya!” ujar Trump.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi terpisah dari pemerintah Israel maupun Hezbollah yang memberikan rincian lebih lanjut mengenai kesepakatan yang disampaikan Trump tersebut. Namun, pengumuman itu menjadi sinyal positif bagi upaya meredakan ketegangan yang selama berbulan-bulan membayangi kawasan perbatasan Israel dan Lebanon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *