Forum “Pesona Jinan” di Jakarta Buka Peluang Baru Investasi dan Perdagangan Indonesia-Tiongkok

0
WhatsApp Image 2026-06-05 at 15.27.38 (2)

Sesi business matching berlangsung dinamis dengan mempertemukan delegasi perusahaan dari Kota Jinan dan pelaku usaha Indonesia (Foto: Panitia)

El John News, Jakarta-Forum Pertukaran Ekonomi dan Perdagangan “Pesona Jinan” (Indonesia) yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta, Rabu (3/6/2026), menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok. Kegiatan yang berlangsung di sela penyelenggaraan Indonesia International Industrial Week (IIW Indonesia) ke-11 tersebut mempertemukan pemerintah daerah, asosiasi bisnis, serta pelaku usaha dari kedua negara untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas.

Forum yang diselenggarakan oleh Dewan Promosi Perdagangan Internasional Tiongkok (CCPIT) Cabang Kota Jinan itu berfokus pada penguatan kolaborasi di sektor manufaktur berteknologi tinggi, manufaktur cerdas, pengolahan logam, industri laser, logistik modern, hingga pertanian berbasis teknologi. Melalui forum tersebut, sejumlah nota kesepahaman (MoU) dan kesepakatan kerja sama berhasil ditandatangani oleh perusahaan-perusahaan Indonesia dan Tiongkok.

Wakil Ketua CCPIT Kota Jinan, Zhang Tiejun, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya forum tersebut. Ia menilai Indonesia merupakan mitra strategis yang memiliki peran penting dalam pengembangan kerja sama ekonomi Jinan dengan kawasan Asia Tenggara.

Wakil Ketua CCPIT Kota Jinan, Zhang Tiejun sedang memberikan kata sambutan (Foto: Panitia)

Acara itu turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kamar Dagang Tionghoa Indonesia Zhou Weiliang, Ketua Eksekutif Dewan Bisnis Indonesia–Tiongkok Dr. Wu Mingli, Ketua Asosiasi Industri Pengolahan Logam dan Mesin Indonesia Dadang Asikin, Ketua Mio Exhibition International Pan Jianjun, General Manager Mio Exhibition Indonesia Zhou Chunxiang, serta para perwakilan perusahaan dari kedua negara.

Dalam pemaparannya, Zhang memperkenalkan Jinan sebagai ibu kota Provinsi Shandong yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi utama di Tiongkok. Menurutnya, perkembangan ekonomi Jinan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang sangat positif dan didukung oleh basis industri yang kuat.

Pada tahun 2025, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jinan tercatat mencapai RMB 1,421 triliun atau sekitar USD 209,5 miliar. Angka tersebut tumbuh 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, nilai perdagangan luar negeri Jinan mencapai RMB 289,8 miliar atau sekitar USD 42,7 miliar, meningkat 24,7 persen secara tahunan.

Kinerja tersebut ditopang oleh struktur industri yang beragam. Jinan saat ini memiliki 41 kategori industri dan 31 kategori manufaktur yang menjadi fondasi utama perekonomian daerah. Kota tersebut juga memiliki empat klaster industri unggulan dengan nilai ekonomi gabungan mencapai lebih dari RMB 1,6 triliun.

Sambutan Ketua Asosiasi Industri Pengolahan Logam dan Mesin Indonesia Dadang Asikin (Foto: Panitia)

Zhang menjelaskan bahwa kawasan ASEAN kini menjadi mitra dagang terbesar bagi Jinan. Hubungan ekonomi yang terus berkembang antara kedua pihak terlihat dari peningkatan perdagangan yang signifikan. Pada kuartal pertama tahun 2026, nilai perdagangan Jinan dengan negara-negara ASEAN meningkat 18,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di antara negara-negara ASEAN, Indonesia menempati posisi yang sangat penting. Selain memiliki pasar yang besar, Indonesia juga dinilai memiliki potensi kerja sama yang luas dalam bidang manufaktur, teknologi industri, infrastruktur, serta pengembangan rantai pasok regional.

Hubungan ekonomi tersebut telah diwujudkan melalui berbagai investasi dan ekspansi bisnis perusahaan dari kedua negara. Sejumlah perusahaan asal Jinan, seperti Lingong Heavy Machinery, Sinotruk, dan Senfeng Laser, telah aktif mengembangkan bisnis dan memperluas pasar mereka di Indonesia. Di sisi lain, perusahaan Indonesia juga mulai meningkatkan investasinya di Jinan.

Salah satu contoh nyata adalah Mayora Group yang telah membangun basis produksi makanan pertamanya di Tiongkok dan memilih Jinan sebagai lokasi pengembangannya. Langkah tersebut dinilai menjadi simbol semakin eratnya hubungan ekonomi antara dunia usaha Indonesia dan Jinan.

Delegasi bisnis yang hadir dari Jinan dalam forum ini mewakili berbagai sektor industri strategis. Mereka datang dengan tujuan menjalin kemitraan baru, memperluas jaringan bisnis, serta mengeksplorasi peluang investasi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Penandatanganan MoU antara CCPIT Kota Jinan dengan ICBC diwakili Ali Husien (Foto: Panitia)

Selain sesi presentasi dan promosi investasi, forum juga diisi dengan pertemuan bisnis langsung atau business matching antara perusahaan Indonesia dan Tiongkok. Melalui pertemuan tersebut, para pelaku usaha dapat mendiskusikan peluang kerja sama secara lebih rinci, mulai dari pengembangan teknologi, distribusi produk, hingga integrasi rantai pasok.

Hasilnya, sejumlah kesepakatan kerja sama berhasil dicapai dalam bidang peralatan laser, manufaktur mesin, pengolahan logam, dan berbagai sektor industri lainnya. Penandatanganan perjanjian tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat hubungan ekonomi yang selama ini telah terjalin antara Indonesia dan Jinan.

Pada kesempatan yang sama, Zhang Tiejun juga mengundang para pelaku usaha dan asosiasi bisnis Indonesia untuk berpartisipasi dalam Konferensi Industri Laser Jinan 2027. Menurutnya, forum tersebut akan menjadi wadah penting untuk memperluas kolaborasi teknologi dan industri antara perusahaan Indonesia dengan mitra-mitra di Tiongkok.

Penandatanganan MoU antara CCPIT Kota Jinan dengan Direktoran Inovasi & Riset berdampak tinggi UI

Melalui penyelenggaraan Forum Pertukaran Ekonomi dan Perdagangan “Pesona Jinan”, kedua pihak menunjukkan komitmen yang kuat untuk terus mempererat hubungan kerja sama yang saling menguntungkan. Di tengah dinamika ekonomi global, kolaborasi yang lebih erat antara Indonesia dan Jinan diharapkan mampu membuka peluang baru bagi pertumbuhan investasi, perdagangan, dan pengembangan industri berkelanjutan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *