Trump Buka Peluang Bertemu Ayatollah Mojtaba Jika Kesepakatan Tercapai

0
Untitled.jpg Trump

Presiden AS Donald Trump sedang menggelar jumpa pers (Foto: tangkapan layar Youtube The White House)

El John News, Jakarta-Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang untuk bertemu dengan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, apabila proses negosiasi antara Washington dan Teheran menghasilkan kesepakatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan pertemuan dengan pemimpin tertinggi Iran yang baru.

“Saya tidak ingin bertemu, tetapi jika saya bertemu, saya akan merasa terhormat untuk bertemu dengannya,” kata Trump.

Menurut Trump, peluang pertemuan itu sangat bergantung pada perkembangan pembicaraan antara kedua negara. Ia menegaskan bahwa dialog langsung bukanlah tujuan utama saat ini, namun bisa menjadi bagian dari proses apabila kesepakatan berhasil dicapai.

“Saya ingin melihat apakah kita mencapai kesepakatan, tetapi jika kita telah mencapai kesepakatan, ada kemungkinan saya akan bertemu dengannya,” ujarnya.

Meski demikian, Trump mengaku belum mengetahui secara pasti lokasi maupun bentuk pertemuan yang mungkin digelar. Saat ditanya apakah pertemuan tersebut dapat berlangsung di Amerika Serikat, Trump mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya rencana konkret terkait hal itu.

“Saya belum banyak mendengar tentang hal itu. Saya tidak menyarankan itu, tetapi beberapa orang telah menyarankan demikian,” katanya.

Mojtaba Khamenei diketahui menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran sejak awal Maret lalu setelah menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Ali Khamenei dilaporkan tewas bersama sejumlah anggota keluarganya dalam gelombang serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari.

Sejak ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba disebut belum pernah tampil di hadapan publik. Ia juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan yang menewaskan ayahnya tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyinggung kemungkinan respons militer Amerika Serikat apabila Iran kembali menyerang pasukan AS di kawasan Timur Tengah.

“Itu akan menjadi alasan yang bagus. Jujur saya, jika mereka membunuh tentara-tentara AS, saya pikir saya akan melakukannya dengan sangat cepat,” tegasnya.

Selain membahas peluang pertemuan dengan Mojtaba, Trump kembali menegaskan bahwa program nuklir Iran menjadi isu utama dalam setiap pembahasan antara kedua negara. Menurutnya, kesepakatan apa pun yang dicapai harus memastikan Teheran tidak memiliki senjata nuklir.

“Sejauh menyangkut Iran, Anda akan mengetahui apa kesepakatannya, tetapi bagian utama dari kesepakatan itu adalah mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” ujar Trump.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun membuka ruang diplomasi dengan kepemimpinan baru Iran, pemerintahan Trump tetap menempatkan isu nuklir dan keamanan pasukan Amerika Serikat sebagai syarat utama dalam hubungan dengan Teheran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *