Trump Klaim Kesepakatan dengan Iran Hampir Rampung, Penandatanganan Segera Digelar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang memberikan keterangan pers (Foto: tangkapan layar youtube The White House)
El John News-Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa proses penyelesaian konflik dengan Iran telah mencapai tahap akhir. Menurut Trump, seluruh pembahasan utama telah disepakati dan saat ini para pihak hanya menunggu finalisasi dokumen sebelum kesepakatan resmi ditandatangani.
Dalam keterangannya, Trump menyebut perkembangan tersebut sebagai pencapaian besar yang berpotensi membuka babak baru bagi stabilitas kawasan Timur Tengah.
“Kami baru saja mencapai penyelesaian besar terkait perang dengan Iran, dan sekarang tinggal menunggu finalisasi dokumen yang seharusnya selesai dalam beberapa hari ke depan. Kemungkinan akan ada penandatanganan di Eropa, dan ini merupakan hal yang sangat baik,” ujar Trump.
Trump menjelaskan bahwa dokumen kesepakatan saat ini telah memasuki tahap akhir penyusunan dan diyakini dapat segera diselesaikan. Ia optimistis seluruh pihak memiliki keinginan yang sama untuk menuntaskan proses tersebut dalam waktu dekat.
“Penandatanganan akan segera dilakukan, dan dokumen-dokumennya hampir final. Sangat baik. Seharusnya segera selesai, dan saya pikir akan selesai dalam waktu cepat. Mereka menginginkan hal ini sama besarnya dengan keinginan pihak-pihak lainnya,” katanya.
Menurut Trump, tercapainya kesepakatan tersebut berpotensi menciptakan hubungan yang lebih baik di kawasan serta memperkuat kerja sama antarnegara yang selama ini terlibat dalam proses diplomasi.
Ia mengungkapkan telah berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, serta para pemimpin negara-negara Teluk dan Timur Tengah yang turut mendukung proses penyelesaian konflik tersebut.
“Saya baru saja berbicara dengan para pemimpin dari banyak negara yang disebutkan dalam pernyataan resmi. Saya juga baru berbicara dengan Bibi (Benjamin Netanyahu),” ujarnya.
Trump juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah negara yang dinilai berperan dalam proses diplomatik, di antaranya Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Turki, dan Pakistan.
“Saya berbicara dengan para pemimpin besar dunia dari Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, dan negara-negara lainnya. Kami juga akan berbicara dengan Turki. Presiden Erdogan sangat luar biasa,” kata Trump.
Mengenai Pakistan, Trump memberikan pujian khusus kepada para pemimpinnya yang dinilai turut berkontribusi dalam mendukung terciptanya stabilitas kawasan.
“Pakistan juga sangat luar biasa. Saya berbicara dengan Perdana Menteri Pakistan dan juga dengan sang jenderal. Dia memang seorang jenderal yang hebat,” ujarnya.
Trump menilai keberhasilan proses negosiasi tersebut disambut positif oleh banyak negara di Timur Tengah maupun kawasan lainnya. Ia menyebut suasana optimisme kini mulai terlihat seiring mendekatnya penandatanganan kesepakatan.
“Mereka semua sangat senang. Seluruh Timur Tengah merasa gembira, bahkan bukan hanya Timur Tengah, tetapi juga kawasan lain di dunia,” katanya.
Lebih lanjut, Trump mengungkapkan bahwa salah satu dampak langsung dari kesepakatan tersebut adalah rencana pembukaan kembali jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi perhatian dunia internasional.
“Selat akan dibuka kembali segera setelah penandatanganan dilakukan,” ujar Trump.
Jika proses finalisasi berjalan sesuai rencana, penandatanganan kesepakatan diperkirakan dapat dilakukan dalam waktu dekat. Kesepakatan tersebut dinilai menjadi salah satu langkah diplomatik paling penting dalam upaya meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.
