Pemerintah Tegaskan Kopdes Hadir untuk Penggerak Ekonomi Desa, Bukan Gantikan BUMDes

0
presidenri.go.id-16072026111527-6a585adf9671f4.77754605-1280x853 (1)

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto sampaikan keterangan pers (Foto: BPMI Setpres)

El John News, Jakarta – Pemerintah menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP) tidak dibentuk untuk menggantikan maupun bersaing dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebaliknya, kedua lembaga tersebut akan saling terintegrasi guna memperkuat perekonomian masyarakat desa melalui pengelolaan potensi lokal.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menjelaskan, Koperasi Desa Merah Putih akan menjalankan fungsi sebagai offtaker yang bekerja sama dengan BUMDes untuk menyerap, mengelola, sekaligus memasarkan berbagai hasil produksi masyarakat desa. Pola tersebut diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi desa yang lebih kuat tanpa menghilangkan peran BUMDes yang telah berjalan selama ini.

“Para petani sesuai dengan potensi desa masing-masing, karena jumlah desa banyak sekali 75.266, dengan berbagai potensi yang ada, tentu nanti masing-masing Kopdes bekerja sama dengan BUMDes memastikan semua produk desa itu sesuai dengan potensinya, akan dipastikan bisa mendapatkan manfaat bagi para penduduk desa,” ujar Yandri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Selain menjalin kemitraan dengan BUMDes, pemerintah juga akan mengintegrasikan operasional Koperasi Desa Merah Putih dengan program pengembangan desa tematik yang disesuaikan dengan potensi unggulan di setiap wilayah. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama 10 asosiasi desa yang menjadi mitra strategis Kementerian Desa.

“Jadi 10 asosiasi desa ini menjadi mitra strategis Kementerian Desa untuk memastikan program Bapak Presiden melalui Asta Cita yang ke-6 itu benar-benar terlaksana, termasuk Koperasi Desa Merah Putih dan kami memang dari Asta Cita keenam itu ada 12 aksi bangun desa, di antara itu desa tematik,” ujar Yandri dalam keterangannya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Menurut Yandri, seluruh potensi ekonomi desa nantinya akan dimaksimalkan melalui keberadaan Kopdes/Kelurahan Merah Putih. Tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, koperasi juga akan memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli desa (PADes) melalui pembagian hasil usaha.

“Nanti kalau sudah jalan, kami pasti akan maksimalkan fungsinya melalui potensi desa masing-masing, pasti. Apalagi yang dipakai kan dana desa dan apalagi nanti dari keuntungan itu ada 20 persen dari Kopdes itu akan menjadi pendapatan asli desa. Jadi pemerintah desa dengan segala unsurnya punya kepentingan, Kopdes ini berhasil dan sukses karena ada efek positifnya kepada desa, termasuk sisanya yang 80 persen akan kembali ke rakyat di desa itu,” ungkap Yandri.

Ia menambahkan, konsep desa tematik yang telah dikembangkan selama setahun terakhir mulai menunjukkan hasil nyata. Salah satunya terlihat dari keterlibatan banyak desa dan BUMDes sebagai pemasok utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Banyak desa tematik ini menjadi penyuplai MBG, banyak. Jadi hampir seribu bahkan BUMDes itu menjadi penyuplai utama MBG,” ungkapnya.

Ke depan, pengembangan desa tematik akan terus disesuaikan dengan karakteristik dan potensi ekonomi masing-masing daerah, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga perkebunan. Dalam skema tersebut, Koperasi Desa Merah Putih akan berfungsi sebagai penjamin penyerapan hasil produksi masyarakat dengan tetap menggandeng BUMDes sebagai mitra utama.

“Memang ada desa jagung, ada desa padi, ada juga desa ikan nila, desa ikan lele, desa coklat, dan desa-desa lain. Nah ini nanti tetap Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi offtaker-nya bekerjasama dengan badan usaha milik desa,” pungkas Yandri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *