Pemerintah Berikan Potongan Harga Untuk Cruise Yang Bersandar Di Tanjung Benoa

0
230024_899880_kapal_pesiar

Pelabuhan Benoa yang berlokasi di Denpasar Bali Selatan tersebut akhir-akhir ini sedang mengalami kenaikan jumlah kunjungan kapal pesiar atau cruise ship yang mengangkut wisatawan mancanegara (wisman). Akan tetapi hal itu masih jauh dari apa yang diproyeksikan dan diharapkan bersandar oleh Kementerian Pariwisata RI.

Guna menunjang mudahnya cruise ship yang bersandar oleh karena itu harus menanggulangi permasalahan salah satunya adalah tentang bersandarnya kapal pesiar di Indonesia satu persatu diurai oleh Kemenpar seperti biaya sandar.

Dengan mendorong Indonesia Incorporated, sinergi bersama berbagai instansi untuk mengatasi berbagai permasalahan mengenai biaya bersandar kapal pesiar.

“Syukur Alhamdulilah, sudah ada surat edaran dari Perhubungan Laut tentang discount biaya pelabuhan untuk cruise ship dan yacht,” ujar Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar Indroyono Soesilo.

Pelabuhan Benoa masuk peringkat pertama di Indonesia dalam hal jumlah kunjungan kapal pesiar mancanegara sedangkan posisi kedua ditempati oleh Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat dan posisi ketiga adalah Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

“Jumlah kunjungan kapal pesiar ke Pelabuhan Benoa, Denpasar sepanjang semester I/2017 mengalami kenaikan sebesar 34% jika dibandingkan dengan periode sama tahun 2016. Total kapal pesiar yang bersandar di pelabuhan terbesar di Bali ini sebanyak 38 unit, sedangkan pada periode sama tahun lalu 25 unit. Kunjungan kapal pesiar itu paling banyak pada Februari dan Maret, masing-masing sebanyak 10 unit kapal pesiar,” ungkap General Manager Pelindo III Benoa, Ardhy Wahyu Basuki.

Peningkatan jumlah kapal pesiar memberikan dampak positif terkait peningkatan penumpang. contohnya adalah mendapatkan 32.200 orang wisatawan mancanegara yang menggunakan cruise di Pelabuhan Benoa, dan sebanyak 32.052 penumpang turun. Jumlah penumpang yang turun tersebut meningkat 28% jika dibandingkan enam bulan pertama tahun lalu hanya 23.056 orang penumpang turun.

Ardhy menambahkan sebagai operator pelabuhan Benoa, perbaikan infrastruktur di pelabuhan ini juga terus dilakukan untuk terus mendorong pelayanan lebih baik lagi terhadap kapal pesiar yang akan datang, contohnya dengan melakukan penambahan panjang Dermaga Timur yang awalnya 290 meter menjadi 340 meter.

Selain itu juga terdapat rencana perluasan terminal penumpang internasional dengan luas total 4887 m2 sedangkan peruntukan luas area kedatangan 1000 m2, luas area keberangkatan 1238 m2 dan luas area bagasi/koper 750 m2.

“Dengan penambahan panjang dermaga ini, pelabuhan ini menerima kedatangan kapal cruise yang besar dan panjang, tercatat kapal pesiar Norwegian Star menjadi kapal terpanjang yang bersandar di sini, yakni mencapai 295 meter,” jelas Ardhy.

Kadisparda Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra berharap agar wisatawan kapal pesiar di Benoa dapat terus mengalami peningkatan sehingga bisa membantu meraih target kunjungan wisman 5,5 juta pada tahun ini.

“Penambahan fasilitas dan meningkatkan layanan terutama soal air bersih, pengolahan sampah, sampai fasilitas di terminal sehingga kapal-kapal cruise tidak pindah sandar ke negara tetangga,”  kata Agung.

Menpar Arief Yahya menyambut baik berita tersebut. “Problem solved, dua masalah kelar tentang hidografi dan kali ini soal tarif pelabuhan untuk Yacht, Super Yacht dan Cruise Ship. Berarti, kini tinggal dua issue lagi yaitu tentang perpajakan dan High Cost Economy,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Mengenai masalah tarif, Menpar Arief Yahya memaparkan data benchmark mengenai biaya sandar yang 10-15 persen lebih mahal daripada Singapore, Malaysia dan Hongkong. Inilah permasalahan yang harus segera diselesaikan. “Regulasi penurunan tarif sudah keluar, bisa diadu dengan Singapura. Tinggal kita pantau di Pelindo I, II, III, IV,” jelas Menpar Arief Yahya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *