wuling motors

Sektor otomotif di Indonesia kembali  menghadirkan pendatang baru untuk meramaikan bursa penjualan mobil di tanah air. Pendatang baru di dunia otomotif tanah air ini berasal dari China yakni PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) Wuling Motor. Pada Selasa kemarin, 11 Juli 2017, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meresmikan  pengoperasian pabrik  Wuling Motors di kawasan industri Greenland, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Hadir dalam peresmian ini,  Menteri Perindusterian Airlangga Hartaro, Chairman board of SAIC Group and SGMW, prinsipal PT SGMW Wuling Indonesia, Mr Chen Hong; dan Wakil Gubernur Pertama Provinsi Guanxi Lan Tianli. Dengan diresmikannya pengoperasian pabrik ini, maka mobil-mobil Wulingt Motors siap mengaspal di Indonesia dan bersaing dengan mobil-mobil dari perusahaan otomotif dunia.

JK berharap mobil produk mobil baru China yang masuk Indonesia mampu menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia. Mengingat produsen mobil China beberapa tahun lalu mendapatkan citra yang kurang baik di pasar otomotif Indonesia.

Bahkan beberapa pabrikan asal China itu datang dan pergi begitu saja dari Indonesia. Kini, pabrikan China kembali datang ke Indonesia melalui PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors). Mobil pertamanya yaitu MPV Wuling Confero S ini terlihat serius dengan membangun pabrik produksi mobil di Cikarang, Jawa Barat.

“Kami yakin industri China tentu selalu memperhatikan kualias yang baik dan harga terjangkau,” kata JK dalam sambutannya di acara peresmian pabrik Wuling di Cikarang, Jawa Barat.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengapresiasi investasi yang ditanamkan PT. SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) yang merupakan kerja sama dari tiga investor otomotif asing, yaitu SAIC Motor Corporation Limited, General Motors, dan Guangxi Automobile Group Co., Ltd.

“Dengan kapasitas produksi mereka sebesar 120 ribu unit per tahun, tentunya meningkatkan kapasitas produksi nasional hingga mencapai 1,2 juta unit per tahun saat ini,” kata Airlangga melalui siaran pers diterima di Jakarta, Selasa.

Airlangga menyampaikan hal tersebut pada Peresmian Pabrik PT. SGMW Motor Indonesia di Kawasan Industri GIIC Deltamas, Cikarang, Bekasi.

Wuling Motors akan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 3.000 orang dan mengirim siswa asal Indonesia ke Tiongkok.

“Kami pun mengapresiasi PT. SGMW Motor Indonesia yang telah bekerja sama dengan SMK untuk mengirimkan 100 siswa kita ke Tiongkok dalam upaya mendukung proses produksi,” lanjutnya.

Pabrik yang mulai dibangun pada 2015 dengan nilai investasi sebesar Rp9 triliun di atas lahan seluas 60 hektare (Ha) ini, sekitar 30 Ha-nya dibangun sebagai Supplier Industrial Park untuk industri komponen dalam negeri yang terintegrasi guna mendukung perakitan kendaraan yang akan diproduksi.

Menurut Airlangga, pemerintah meminta agar PT. SGMW Motor Indonesia tidak hanya menyasar pada pasar dalam negeri saja, melainkan juga dapat menjadikan Indonesia sebagai export hub kendaraaan produksinya untuk pasar regional maupun global sehingga meningkatkan penerimaan devisa negara.

Sementara itu, Presiden Direktur PT SGMW Motor Indonesia, Xu Feiyun mengatakan, pabrik ini menjadi basis produksi mobil-mobil Wuling yang dipasarkan di Indonesia. Produk pertama Wuling Confero S akan resmi diluncurkan di arena Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 bulan Agustus 2017 nanti di BSD City, Tangerang.Pada tahun 2017, pabrik ini akan memproduksi satu model mobil Wuling Motors berjenis low multi purpose vehicle (low MPV) Wuling Confero S dengan bonnet yang mampu mengangkut 7-8 orang penumpang.

Selain itu, pabrik tersebut sudah mengaplikasikan teknologi perakitan mobil paling modern dari General Motors yang disebut ‘Global Manufacturing System’ (GMS) dari General Motors. Total kapasitas produksi pabrik ini mencapai 120.000 unit per tahun. Khusus tahun 2017 ini, SGMW Wuling Motor Indonesia akan memproduksi sekitar 8.000 unit.

“Teknologi GMS menekankan pentingnya keterlibatan individu, pencapaian kualitas terbaik dalam setiap proses serta mendorong antusiasme karyawan dalam membuat penyempurnaan dan perubahan,” kata Xu Feiyun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *