airside-design-airport-dakar-backgrounds-wallpapers-other-fun-85818

Rencana pembangunan Bandara Baru di Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali akan mendapat kucuran dana dari sejumlah BUMN China. Para BUMN dari negeri tirai bambu ini tertarik berinvestasi dalam pembangunan bandara baru tersebut. Seperti investasi ini tinggal menunggu lampu hijau karena beberapa perusahaan sudah menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah..

“Kami sudah mendengar rencana pembangunan bandara baru di Bali dan beberapa perusahaan sudah melakukan komunikasi dan sangat tertarik untuk berinvestasi,” kata Konsul Jenderal China di Bali, Hu Yinquan, seperti yang dilansir Antara, Selasa 22 Agustus 2017.

Yungian mengatakan  keberadaan bandara di Buleleng ini sangat strategis dan sangat dibutuhkan karena dapat mendongkrak kunjungan wisatawan khususnya wisatawan China ke Bali. Kini menurut Yungian para investor tinggal menunggu kepastian apakah pemerintah Indonesia sudah positif atau tidak untuk membangun bandara di Buleleng. Jika sudah positif maka dipastikan sejumlah BUMN China akan  menggelontarkan uang untuk mendukung pembangunan bandara tersebut.

Sementara itu, Presiden Direktur Utama PT Pembangunan Bali Mandiri, Rolly Irwananda, mengatakan mereka sangat terbuka bagi semua investor untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan bandara di Bali Utara tersebut.

Menurut dia, saat ini proses rencana pembangunan bandara masih menunggu penetapan lokasi oleh Kementerian Perhubungan yang segera akan turun dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, seharusnya realisasi pembangunan bandara baru di Kabupaten Buleleng bisa dipercepat karena telah mengantongi persetujuan dari sejumlah pemangku kepentingan terkait.

“Saya sudah bilang ke Menteri Perhubungan. Prinsipnya untuk kebutuhan, Menhub sudah setuju, Menteri Pariwisata setuju, Gubernur sudah setuju, seharusnya ini bisa cepat,” kata Arief Yahya.

Arief juga mengaku telah bertanya pada PT Angkasa Pura I (Persero) terkait hal ini. Menurut Arief, operator bandara pelat merah itu menyatakan tertarik dalam mengelola bandara baru tersebut.

“Terlalu kritis untuk Bali dengan satu bandara kalau terjadi apa-apa,” ucapnya.

Konsorsium pembangunan bandara ini diperkirakan menelan biaya konstruksi sekitar Rp4,8 triliun. Biaya tersebut nantinya akan dicari dari para investor yang berminat  membangun bandara keduadi Bali  setelah Ngurah Rai ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *