Gorontalo Serius Kembangkan Pariwisata Agar Dapat Dilirik Pasar Dunia

0
pantai Olele gorontalo_budisusilo (51)

Pemerintah Provinsi Gorontalo tancap gas dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya. Pengembangan pariwisata ini dilakukan agar objek wisata di Gorontalo dapat dilirik pasar dunia.

Sekda Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa menyayangkan jika pariwisata Gorontalo tidak digarap dengan maksimal. Pasalnya objek-objek wisata di Gorontalo memiliki potensi yang besar di bidang pariwisata alam, buda8ya dan bahari.
Hal ini juga sejalan dengan amanat Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo pada RPJMD 2018-2022. Tidak hanya sekedar amant namun sudah dicanangkan agar pariwisata di Gorontalo menjadi sektor unggulan yang nantinya dapat diperhatikan oleh dunia, melalui kedatangan para wisatawan mancanegara.

Menurut Winarni hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama , bukan hanya pemerintah namun juga melibatkan peran masyarakat  untuk terus mengembangkan dan mempromosikan sektor pariwisata.

“Dilihat dari jumlah wisatawan yang datang ke Gorontalo dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, ini membuktikan bahwa daerah kita memang memiliki potensi pariwisata yang cukup besar dalam meningkatkan perekonomian daerah,” kata Winarni.

Winarni menjelaskan pariwisata memiliki multi efek yang besar, karena itu pengembangan pariwisata dapat menumbuhkan sektor lainnya yang ujungnya dapat menggairahkan perekonomian di Gorontalo. Winarni menambahkan, ketika ingin mengembangkan pariwisata maka ada filosofi sapta pesona yang harus terpenuhi.

“Ketujuh filosofi tersebut, yakni daerah kita harus aman, tertib, bersih, indah, ramah, sejuk dan kenangan,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Resma Kabakoran mengatakan, pihaknya terus memberikan pemahaman mengenai konsep dasar wisata dan sapta pesona, sebagai unsur penting dalam pengembangan kepariwisataan di tingkat nasional maupun daerah yang akan bertujuan pada kesejahteraan rakyat.

Ia mengungkapkan Gorontalo memiliki beragam spot wisata menarik seperti wisata hiu paus, cagar alam, adat dan budaya, serta hutan dengan beraneka satwa endemik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *