Kemenkominfo Uji Coba Penyebaran Informasi Kebencanaan “SMS Blast”
Pemerintah terus berupaya untuk mencegah terjadinya korban jiwa atau kerugian akibat bencana alam yang kerap menghantam Indonesia. Salah upaya itu yakni dengan diuji cobakannya penyampaian informasi kebencanaan atau yang disebut SMS Blast oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Informasi ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sesuai amanat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.
“Melalui SMS Blast ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi bila ada bencana,” kata Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informasi (PPI) Kemenkominfo, Ahmad M Ramli, di Nusa Dua, Bali, Kamis, 7 September 2017.
Kemenkominfo pun menyadari pembuatan informasi ini tidak dapat dilakukan dengan sendiri, namun harus ada pihak terkait yang ikut turun tangan dalam pembuatan hingga penyebaran informasi tersebut ke masyarakat. Pihak terkait yang ikut digandeng Kemenkominfo yakni BMKG, BPBD, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) maupun operator telekomunikasi.
Ahmad mewakili Kemenkominfo memberikan apresiasi kepada pihak-pihak terkait tersebut yang telah mendukung upaya untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi bencana yang bisa saja mengancam jiwanya.
“Kedepan informasi bencana ini akan terkoneksi ke lembaga penyiaran televisi, selain disampaikan melalui pesan singkat di telepon seluler masyarakat,” katanya.
Informasi ini dilakukan karena berdasarkan data yang masuk di Kemenkominfo sebanyak 130 persen dari total masyarakat di seluruh Indonesia pasti sudah membawa telepon seluler, sehingga diharapkan melalui SMS Blast ini dapat bermanfaat untuk masyarakat luas.
“Saya meyakini SMS Blast ini sangat efektif yang juga didukung BTS di daerah yang terdampak bencana,” katanya.
Karena informasi ini disebarkan memiliki manfaat yang besar, maka Kemenkominfo meminta kepada operator telekomunikasi untuk tidak mengenakan biaya untuk informasi pesan singkat SMS Blast itu kepada konsumen dalam pemberian informasi ini.
“Jadi uji coba yang dilakukan ini untuk menempatkan publik harus tetap siaga, sehingga kami wajib menyampaikan informasi tentang kebencanaan ini,” kata dia.
Senada dengan itu, Marvels Situmorang selaku Plt Direktur Pengembangan Pitalebar Kominfo menginformasikan bahwa dengan SMS Blast ini dapat bermanfaat untuk masyarakat agar tidak terlambat mengetahui apabila ada bencana, atau bila melakukan mitigasi.
“Kominfo telah bekerja sama dengan BMKG dan BPBD yang nantinya menyampaikan informasi yang diterima Kominfo untuk disebar melalui operator telekomunikasi yang ada di Tanah Air, kemudian disampaikan kepada masyarakat yang wilayahnya terjadi bencana,” katanya. (Sumber Antara)
