Gubernur Bali Undang Konsul Negara Sahabat Untuk Pastikan Bali Aman
Pemerintah Provinsi Bali benar-benar memperhatikan pariwisata di Bali ditengah kondisi Gunung Agung yang aktivitasnya kini tidak menentu. Untuk memastikan pariwisata Bali aman dari ancaman bencana ini, Gubernur Bali Made Mangku Pastikan mengundang 33 konsulat jenderal dan honorary consul dari berbagai negara, Rabu, 4 Oktober 2017.
Kepada para undangan, Pastika menjelaskan situasi terakhir dan berbagai kemungkinan yang terjadi menyusul ancaman erupsi Gunung Agung. Situasi terakhir Gunung Agung masih berstatus awas, namun aktivitas gunung telah menurun. “Seandainya pun terjadi letusan, manajemen pengendalian bencana kita telah lakukan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya
Pastika memastikan pihaknya dibantu unsur lain telah melakukan langkah-langkah dini sejak diketahui aktivitas Gunung Agung meningkat. Ia juga menjami jarakan 12 km dari Gunung Agung tidak aka nada korban karena sudah dikosongkan. Tidak hanya sebatas mengevakuasi warga, namun pemasangan alat canggih juga sudah dipasang untuk mengetahui secara cepat jika erupsi benar-benar terjadi.
“Ada lima negara yang memberikan travel warning untuk masyarakatnya yang akan datang ke Bali, tapi bukan berarti travel ban lho. Artinya, kalau datang ke Bali hati-hati. Tadi saya sampaikan supaya diangkat saja. Mereka kelihatannya setuju dan mereka tidak ada pertanyaan,” kata Pastika.
Pastikan juga menerangkan soal bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang dipastikan ditutup jika Gunung Agung meletus. Penutupan bandara itu akan berdampak pada visa jika menyangkut warga negara asing.
Untuk itu pihaknya akan mengurus visa dan akomodasi. Kalaupun terdesak harus berangkat, warga negara asing tersebut akan diterbangkan melalui Surabaya atau Lombok. “Kita siapkan transportnya, kita urus tiketnya,” tegasnya.
Pihaknya berharap dengan penjelasan yang dilakukan pada hari itu, para wisman tidak jadi menunda atau membatalkan kedatangannya ke Bali.
Honorary Consul New Zealand, Indy Siddik mengatakan, asuransi dan negara manapun tidak ada yang akan memberikan jaminan force majeur. Sehingga pihaknya mengimbau warga negaranya, kalaupun datang ke Bali akan menjadi risiko sendiri.