Pantai Tanjung Api, keindahan yang membakar gairah berpetualang
Pantai Tanjung Api terletak di Teluk Tomini, Ampana, Sulawesi Tengah. Kawasan wisata ini berjarak sekitar 155 kilometer dari pusat kota Poso. Pantai Tanjung Api masuk ke dalam kawasan Cagar Alam Tanjung Api. Sekilas pantai ini memang tampak biasa. Hamparan pasir pantainya berwarna putih dan dikelilingi dengan hutan tropis di sekelilingnya. Berbagai hewan seperti anoa, monyet dan berbagai macam burung hidup di hutan tersebut. Namun siapa sangka bahwa pantai memiliki sumber gas alam yang dapat keluar dari pasir pantainya. Coba saja Anda keruk pasirnya sedalam sekitar lima hingga sepuluh centimeter, maka dengan sendirinya akan muncul sebuah titik api.
Titik api tersebut akan terus menyala kecuali bila Anda menutup kembali dengan pasir. Selain mempunyai sumber gas alam, kawasan ini juga cocok untuk kegiatan snorkeling. Namun jangan lupa untuk membawa perlengkapannya sendiri. Begitu juga dengan bekal makanan dan minuman karena di tempat ini tidak dijumpai warung makan. Bila mau menginpa maka Anda bisa mendapatkan di pusat kota Poso. Bila Anda menggunakan jalur udara, maka kota terdekat dari sini adalah kota Poso.
Jarak dari Poso ke Ampana sekitar 155 kilometer. Sedangkan dari Pelabuhan Ampana ke Tanjung Api dapat ditempuh dengan menggunakan perahu motor boat dengan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan. Sepanjang perjalanan menuju Tanjung Api, panorama bawah laut dengan terumbu karang dan padang lamun menjadi pemandangan yang luar biasa indahnya – sangat cocok untuk snorkeling. Panorama alam yang juga tak kalah indah kami saksikan dari atas perahu adalah pemandangan Sunset. Saking asiknya menikmati pemandangan alam, pas di perairan yang tidak terlalu dalam, baling-baling mesin perahu yang kami tumpangi mengenai terumbu karang. Beruntung karang di perairan sekitar Tanjung Api merupakan terumbu karang yang hidup, sehingga kecelakaan yang sempat membuat kami panik itu tidak mengakibatkan baling-baling perahu menjadi patah.
Dan petualangan kecil pun dapat dilanjutkan kembali. Dalam perjalanan menuju Tanjung Api juga dijumpai beberapa deretan rumah Orang Bajoe yang mengapung di perairan dangkal di pinggiran tanjung. Orang Bajoe, sejak mereka lahir hingga kehidupannya selalu bersentuhan dengan laut. Karena itu pula mereka tidak membangun rumahnya di daratan. Konon, karena sering menyelam di dalam laut untuk mencari ikan dan biota laut lainnya, membuat beberapa di antara mereka terkena gangguan pendengaran.
Rumah Orang Bajoe – Tojo Unauna – Sulawesi Tengah Dalam perjalanan menuju Tanjung Api juga dijumpai beberapa deretan rumah Orang Bajoe yang mengapung di perairan dangkal di pinggiran tanjung. Orang Bajoe, sejak mereka lahir hingga kehidupannya selalu bersentuhan dengan laut. Karena itu pula mereka tidak membangun rumahnya di daratan. Konon, karena sering menyelam di dalam laut untuk mencari ikan. Cagar Alam Tanjung Api dengan luas kawasan 4.246,00 Ha, memiliki potensi utama kawasan adalah sebagai sumber api alam. Adanya gas alam yang keluar secara alami di sepanjang tanjung, maka bila pantai digali sedalam lima hingga sepuluh sentimeter akan keluar gas yang dapat dinyalakan dengan korek api. Apabila tidak ditutup dengan pasir atau tanah, maka api ini akan menyala terus.
Karena ini juga, konon para nelayan yang sedang memancing ikan di sekitar Tanjung Api, bila lapar tinggal merapat ke pantai dan membakar ikannya tanpa bersusah payah meniup-niup api terlebih dahulu. Keunikan dari tanjung ini adalah adanya gas alam yang keluar secara alami di sepanjang tanjung ini. Dengan menggali sekitar 5-10 cm, maka akan keluar gas alam yang dapat kita nyalakan dengan korek api. Api ini akan menyala terus sampai kita menutupnya kembali dengan tanah. Nama Tanjung Api diambil dari nama api unik yang ada di objek wisata ini. Para wisatawan yang akan berkunjung di objek wisata ini akan menyaksikan api unik yang menyembur dari bawah pasir. Para wisatawan yang berkunjung di Tanjung Api ini, tidak perlu lagi membawa korek api. Jika ingin memasak air atau menanak nasi, cukup dengan menggali pasir, maka api akan menyembur seketika dari bawah pasir dan siap untuk dipakai memasak.
Tanjung api selain memiliki api yang unik, juga memiliki panorama bawah laut yang indah dan sangat cocok untuk atraksi snorkeling. Selain itu, Tanjung api juga memiliki pasir putih yang bersih dan alami untuk menikmati mandi matahari maupun menikmati pemandangan sunset. Objek wisata ini yang di tetapkan oleh Pemerintah sebagai salah satu cagar alam di Sulawesi Tengah. Objek wisata ini memiliki hutan tropis yang masih alami serta hewan endemik seperti anoa, babi rusa, monyet dan berbagai jenis burung. Olehnya Tanjung api juga sangat potensial untuk atraksi trekking. Tanjung api secara administratif berada di 2 (dua) wilayah Kecamatan yaitu Ampana Kota dan Ampana Tete. Untuk berkunjung ke Tanjung Api dapat dilakukan dengan motor boat dari Pelabuhan Ampana dengan waktu tempuh 30 menit. (arf)

