Anak anda termasuk yang Introvert, ini dia cara mengatasinya
Kepribadian dan kehidupan psikologis setiap anak memang berbeda-beda. Sebagian anak mungkin tumbuh dengan kepercayaan diri dan keberanian yang tinggi, sementara sebagian lain mungkin lahir dengan kecenderungan pribadi yang introvert. Kepribadian introvert bukanlah sebuah penyakit, melainkan kondisi psikologis dimana seorang anak lebih pendiam dan cenderung menutup dan menarik diri dari lingkungannya. biasanya anak introvert memiliki kesulitan dalam kehidupan bersosialisasi karena mereka tidak memiliki rasa keberanian dan kepercayaan diri yang tinggi sebagaimana yang dimiliki oleh anak-anak ekstrovert. Selain itu, beberapa criteria seperti, anak yang biasanya menjawab pertanyaan secara singkat, enggan mengungkapkan isi hatinya, cenderung lebih pendiam dibandingkan dengan teman-temannya, dan lebih suka mengamati orang berbicara dibandingkan ketika mereka menjadi pusat perhatian. Anak dengan kreteria ini termasuk kedalam kategori anak introvert.
Sebagai orang tua, sudah seharusnya anda bisa mengenali dan memahami bagaiamana kepribadian anak. Setiap anak diciptakan berbeda dan mereka memiliki bakatnya masing-masing. Kendati demikian, anda sebagai orangtua yang memiliki anak introvert, memaksakan anak untuk berperilaku layaknya anak ekstrovert tidak dibenarkan. Karena hal ini hanya akan membuat anak tertekan. Menghadapi anak-anak dengan kepribadian introvert memang sangat membingungkan bagi para orang tua. Kepribadian Introvert ini, bisa disebabkan oleh faktor genetik yaitu diturunkan oleh sifat ayah/ibu yang Introvert, dan faktor lingkungan, misalnya saja lingkungan yang tidak memberikan rangsang kepada anak untuk membuka dirinya atau mengemukakan pendapatnya.
Menurut pendapat beberapa ahli, pribadi yang seimbang adalah pribadi dimana seseorang memiliki kecenderungan Ekstrovert dan Introvert. Sehingga dengan demikian, kebutuhan untuk berhubungan dengan lingkungan sosialnya serta kebutuhan akan privasi dan refleksi diri kedua-duanya terpuaskan. Berikan lingkungan yang dapat memberikan kesempatan bagi anak untuk bersikap terbuka dan bebas mengemukakan pendapat sehingga secara tidak langsung anak akan mendapat rangsangan untuk membuka dirinya. Perlu diingat bahwa seorang anak memiliki kepribadian yang masih dapat berubah, sehingga tidak tertutup kemungkinan baginya untuk dapat berkembang menjadi lebih optimal melalui peran orangtua dalam menciptakan lingkungan yang kondusif buat anak.
Mengingat bakat dan minat anak yang masih bisa berubah dan umumnya masih terbatas/sederhana, maka lebih bijaksana untuk memberikan berbagai kesempatan pada anak untuk mengenali berbagai kegiatan yang tidak hanya cenderung Introvert seperti melukis, menulis, membaca,dsb, tapi juga kegiatan yang cenderung ekstrovert, seperti presenter, menyanyi, dsb,yang dapat memberi kesempatan pada anak untuk berlatih menjadi lebih ekspresif.
Biasakan anak mengikuti aktivitas-aktivitas sosial, agar anak dapat belajar bersosialisasi/ bergaul. Meskipun anak memiliki kepribadian Introvert, tetapi karena dia dikondisikan untuk bergaul dia akan berkembang optimal tanpa kehilangan ciri kepribadiannya. Perlu diingat pula bahwa dalam pemberian aktivitas sosial ini, jangan paksa anak untuk langsung berhadapan dengan situasi sosial yang membutuhkan ketrampilan interaksi sosial yang tinggi, yang justru akan membuatnya stress. Berikan secara bertahap dimulai dari hobinya terlebih dahulu, kemudian secara bertahap libatkan orang lain dalam kegiatan hobinya tersebut.
Berikan “model” Ekstrovert agar anak bisa menjadi lebih terbuka. Misalnya dengan berusaha mencarikan satu teman sebayanya yang memiliki pribadi yang suka berteman, ramah, spontan, suka bicara, humoris, baik hati untuk diajak bermain ke rumah atau diajak bepergian bersama-sama. Pahami Introvert sebagai sebuah tipe kepribadian yang normal, dimana terdapat di dalamnya segi positif dan negatifnya. Dengan pemahaman kita bahwa Introvert adalah suatu yang normal maka diharapkan akan makin besar peluang kita untuk membantu anak mengembangkan citra diri yang positif. Sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang sehat.
Arahkan sang anak untuk menjadi pribadi yang lebih berani dengan cara mengajaknya bergabung ke acara-acara sosial seperti pesta ulang tahun, kegiatan liburan bersama teman-teman sekolahnya atau melibatkan anak kepada kegiatan yang membuatnya dapat berinteraksi dengan teman sebayanya. Disana dia akan bertemu dan bertatap muka dengan banyak orang sehingga dia akan mulai belajar untuk berhadapan dengan orang lain. Jika Anda mengetahui bahwa anak Anda adalah seorang yang mempunyai kepribadian tertutup maka jangan pernah memanggilnya dengan sebutan-sebutan yang justru membuatnya semakin merasa terpojokan.
Label yang Anda berikan akan membuatnya lebih tertekan dan grogi yang pada akhirnya akan membuatnya semakin tertutup dan tidak mau membuka diri. Satu hal yang perlu diketahui oleh setiap pasangan bahwa setiap anak terlahir berbeda-beda. Sebagai orangtua yang baik yang harus dilakukan adalah menerima kehadiran anak tersebut dengan apa-adanya. Berikanlah cinta sebanyak yang mampu Anda berikan. (arf)

