Laba Operasional Singapore Airlines Meningkat 13% pada Kuartal Ketiga 2017-2018
Grup SIA melaporkan laba operasional sebanyak $330 juta pada kuartal ketiga dari tahun keuangan 2017-2018, lebih tinggi $37 juta dibandingkan dengan tahun lalu (+ 12,6%).
Menilik pendapatan bisnisnya, pendapatan dari penumpang yang diterbangkan (passenger flown revenue) lebih tinggi $127 juta (+4,2%), dengan pertumbuhan lalu lintas (+6,9%) melebihi pengurangan pada hasil pendapatan penumpang (passenger yield) (-3,1%). Pendapatan kargo meningkat sebesar $88 juta pada sistem angkutan yang lebih tinggi (+4,4%) dan hasil pendapatannya (+12,1%). Layanan engineering mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar $8 juta (+7,9%), sebagian besar disebabkan oleh perawatan dan aktivitas perbaikan komponen pesawat.
Pengeluaran grup meningkat sebesar $193 juta menjadi $3.747 juta (+5,4%). Biaya bahan bakar bersih meningkat sebesar $86 juta (+9,2%) sebagaimana harga bensin pesawat rata-rata meningkat 20,1%, yang sebagian diimbangi oleh keuntungan lindung nilai (hedging) berbanding dengan kerugian tahun lalu (+$86 juta). Biaya bahan bakar Ex (ex-fuel) meningkat sebanyak $107 juta (+4,1%), yang sebagian disebabkan oleh pengembangan operasional dari SilkAir dan Scoot.
Hasil Operasional Kuartal Ketiga Perusahaan Utama
Hasil operasional perusahaan utama dalam Grup untuk kuartal ketiga di tahun finansial ini adalah sebagai berikut:
| Kuartal Ketiga
Tahun keuangan 2017-18 |
Kuartal Ketiga
Tahun keuangan 2016-17 |
|||
| Laba Operasional | Juta Dollar | Juta Dollar | ||
| Perusahaan Maskapai Induk | 155 | 151 | ||
| SilkAir | 19 | 30 | ||
| Scoot | 43 | 29 | ||
| SIA Cargo | 88 | 53 | ||
| SIA Engineering | 18 | 25 |
Laba operasional untuk Perusahaan Maskapai Induk meningkat sebesar $4 juta atau sebesar 2,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Total pendapatan meningkat sebesar $108 juta, sebagian besar dikarenakan oleh adanya peningkatan sebesar $72 juta (+2,9%) pada pendapatan dari penumpang yang diterbangkan, dan disebabkan oleh pertumbuhan 4,4% pada angkutan penumpang (passenger carriage) (diukur dalam pendapatan penumpang tiap kilometer).
Hal ini juga sebagian diimbangi oleh pengurangan sebesar 1,0% pada hasil pendapatan. Tingkat keterisian penumpang (passenger load factor) meningkat menjadi 2,6 persen poin dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi 81,6%, diikuti oleh peningkatan 1,0% dalam kapasitas (diukur pada kilometer kursi yang tersedia). Pengeluaran meningkat sebesar $104 juta (+3,9%), didorong oleh biaya bahan bakar bersih, biaya karyawan dan biaya penanganan.
Laba operasional SilkAir mengalami penurunan sebesar $11 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sebagaimana pengeluaran lebih tinggi dan melebihi pendapatan yang diperoleh. Total pendapatan meningkat sebesar $12 juta lebih tinggi (+4,5%), dipimpin oleh angkutan penumpang yang lebih tinggi yakni sebesar 18,4%, yang sebagian diimbangi oleh penurunan sebesar 12,3% pada hasil pendapatan penumpang (yield).
Operasional maskapai yang diperluas (+12,9% pada kapasitas) menghasilkan peningkatan pada pengeluaran sebesar $23 juta (+9,8%), utamanya disebabkan oleh biaya bahan bakar bersih yang lebih tinggi, biaya perawatan dan perbaikan pesawat, serta biaya penanganan. Tingkat keterisian penumpang meningkat sebesar 3,5 persen poin menjadi 74,8%.
Scoot mengalami kenaikan laba operasional sebesar $14 juta. Total pendapatan meningkat sebesar $47 juta (+12,9%), sebagaimana angkutan penumpang dan hasil pendapatan meningkat sebesar masing-masing 13,5% dan 1,7%. Pengeluaran lebih tinggi $33 juta (+9,7%), yang diakibatkan utamanya karena biaya operasional yang lebih tinggi yang muncul dari pertumbuhan kapasitas sebesar 7,0%. Tingkat keterisian penumpang meningkat 5,0 persen poin menjadi 87,0%.
Laba operasional SIA Cargo meningkat sebesar $35 juta menjadi $88 juta pada kuarter ini (+66,0%). Pendapatan meningkat sebesar $88 juta sebagaimana pertumbuhan angkutan kargo sebesar 4,4% yang didukung oleh adanya peningkatan sebesar 12,1% pada hasil pendapatan kargo. Pengeluaran meningkat sebesar $53 juta, sebagian disebabkan karena kerugian valuta asing terhadap keuntungan tahun lalu, biaya karyawan yang lebih tinggi, dan depresiasi yang lebih tinggi dari perbaikan (overhaul) mesin. Tingkat keterisian kargo naik sebesar 2,4 persen poin menjadi 68,3%.
Laba operasional SIA Engineering mencatat laba operasional sebesar $18 juta, sebuah penyusutan sebesar $7 juta jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini utamanya disebabkan oleh pengeluaran yang lebih tinggi (+$6 juta) yang dikarenakan kerugian valuta asing berbanding dengan keuntungan yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu, sebagian dikurangi oleh penurunan layanan subkontrak. Pendapatan relatif datar (- $1 juta).
Laba Bersih Kuartal Ketiga
Grup Singapore Airlines mencatat laba bersih sebesar $286 juta untuk kuartal Oktober-Desember 2017, sebuah peningkatan sebesar $109 Juta, atau 61,6% dari periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini disebabkan oleh laba operasional yang lebih tinggi ($37 juta), yang didorong oleh adanya write-down dari brand dan trademark TigerAir yang dilakukan tahun lalu ($79 juta), sebagian diimbangi oleh pengeluaran beban pajak yang lebih besar ($14 juta) pada peningkatan keuntungan.
April – Desember 2017
Laba operasional grup untuk sembilan bulan hingga Desember 2017 meningkat sebesar $248 juta menjadi $843 Juta (+41,7%). Pendapatan meningkat sebesar $631 juta (+5,7%) yang disebabkan oleh kuatnya pendapatan penumpang dan kargo yang diterbangkan, sebagian diimbangi dengan pengeluaran yang lebih besar (+$383 juta atau 3,6%).
Hasil operasional perusahaan induk dalam grup tersebut untuk sembilan bulan adalah sebagai berikut
| 9 bulan
Tahun keuangan 2017-18 |
9 bulan
Tahun keuangan 2016-17 |
|
||
| Laba Operasional | Juta dollar | Juta dollar | ||
| Perusahaan Maskapai Induk | 566 | 427 | ||
| SilkAir | 40 | 74 | ||
| Scoot | 48 | 46 | ||
| SIA Cargo | 120 | 8 | ||
| SIA Engineering | 56 | 48 |
Seluruh entitas perusahaan besar dalam Grup tersebut kecuali SilkAir mencatat hasil operasional yang lebih baik, dipimpin oleh Induk Maskapai Penerbangan dan SIA Cargo. SilkAir menggunakan biaya yang lebih tinggi pada kategori-kategori seperti bahan bakar, biaya penanganan, perbaikan dan perawatan pesawat. Hal ini merupakan konsekuensi dari perluasan operasional sebesar 13,0%, yang melampaui pertumbuhan pendapatan. Hal ini mengakibatkan penurunan pendapatan sebesar $ 34 juta.
Laba operasional untuk Induk Maskapai Penerbangan naik sebesar $139 juta atau 32,6% year-on-year. Pendapatan operasional naik sebesar $269 juta, dengan pendapatan dari penumpang yang diterbangkan berkontribusi hampir setengah ($130 juta) dari keuntungan. Lalu lintas penumpang tumbuh 3,8%, diimbangi oleh penurunan sebesar 1,9% dalam hasil pendapatan penumpang.
Pendapatan tersebut lebih lanjut didukung oleh kenaikan pendapatan insidental lainnya. Pengeluaran mencapai $130 juta lebih tinggi, sebagian besar dipimpin oleh biaya bahan bakar dan karyawan yang lebih tinggi.
SIA Cargo mencatat laba operasional sebesar $120 juta, meningkat $112 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan tumbuh $210 juta sebagaimana angkutan kargo meningkat sebesar 5,5%, dan kenaikan hasil pendapatan kargo mencapai 8,9% didukung oleh kondisi pasar yang lebih kuat. Pengeluaran meningkat sebesar $98 juta, sebagian disebabkan oleh kerugian valuta asing terhadap kenaikan tahun lalu, biaya penanganan yang lebih tinggi dikarenakan kenaikan beban dan biaya karyawan yang lebih tinggi.
Laba Bersih April – Desember 2017
Laba bersih Grup ini meningkat sebesar $212 juta atau 42,5% menjadi $711 juta untuk sembilan bulan yang berakhir pada Desember 2017, sebagan besar disumbang oleh peningkatan laba operasional.
