Menpora Apresiasi Kreatifitas Rumah Sanur
Menpora Imam Nahrawi mengaku terkesan dengan keunikan dan artistik Rumah Sanur Creative Hub. Saat kunjungan kerja di Bali, Jumat (23/2) ia menyempatkan diri singgah di rumah kreatif yang biasa menjadi tempat berkumpul para seniman dan musisi.
Berto salah satu penggagas Rumah Sanur Creative Hub menjelaskan produk-produk anak negeri tersebut memiliki kualitas yang bagus dan sudah banyak di ekspor ke negara lain. ” Selamat datang Pak Menteri, ini adalah salah satu tempat di Rumah Sanur yang memajang produk-produk anak negeri yang kualitasnya sangat bagus dan menarik,” jelas Berto seperti dilansir dari lama web Kemenpora.
Beberapa produk anak negeri yang dijelaskan Berto diantaranya Sepeda bambu dari brand Spedagi (Singgih S. Kartono), tempat lampu penerangan dari brand MOHOI (Rosyid Akhmadi), tas dari brand Taskuni (Adhi Nugraha & Paivi Punamaki), tas dari brand Amygdala (Harry Anugrah Mawardi dan Firman Mutaqin), pencahayaan dan asesoris dari brand ALUR BAMBOO (Arif Rachman) dan beberapa produk lainnya.
“Ini menarik sekali, memang banyak produk-produk anak negeri yang kualitasnya tidak kalah dengan produk dari luar. Rumah-rumah kreatif seperti ini yang memang harus kita dukung dan perhatikan, ini bagian dari meningkatkan perkembangan wirausaha muda,” kata Menpora.
Tidak hanya menyajikan produk-produk kreatif anak negeri, Rumah Sanur juga menjadi tempat bagi para seniman atau musisi untuk berkumpul. Musisi seperti Rudolf Dethu, yang namanya dikenal sebagai eks manajer Superman Is Dead (SID), Vokalis dan Pemain Bas Seringai yakni Aria Arifin dan Sammy juga ikut ngobrol bersama Menpora soal musik.
Menpora bercerita bahwa, Kemenpora memiliki salah satu program yang bernama Bank Musik. Di situ salah satunya kita akan memberikan wadah bagi para musisi untuk berkreatif dan menghasilkan karya. “Di Kemnpora ada program bernama Bank Musik, di situ tempat bagi para musisi untuk melahirkan karya. Ada baiknya kalau bisa kita sinergikan,” kata Menpora.
