Mimp Buruk, Bisa Jadi Anda Sedang Tidak Sehat

0

mimpi buruk

Mimpi sebenarnya memiliki peran yang penting dalam kesehatan mental. Otak kita menggunakan mimpi untuk memahami apa yang kita alami setiap harinya. Secara umum kita tak perlu mencemaskan isi mimpi kita. Mimpi terjadi saat kita memasuki fase tidur REM (rapid eye movement). Selama fase ini setiap emosi yang kita rasakan sepanjang hari akan dikumpulkan dan diubah menjadi memori jangka panjang. Jika fase REM terganggu, baik itu karena gangguan pernapasan, perubahan hormonal, atau luapan emosi, biasanya akan menghasilkan mimpi buruk. Berikut ini beberapa faktor penyebab mimpi buruk yang sering dialami oleh manusia. Mimpi buruk adalah mimpi mengerikan atau meresahkan yang terasa nyata sampai-sampai membangunkan Anda dari tidur lelap. Tak jarang detak jantung menjadi berdegup kencang dibuatnya. Mimpi buruk cenderung terjadi saat fase tidur REM. Kebanyakan orang mengalami mimpi buruk ketika dini hari karena pada saat itulah fase tidur REM kerap terjadi.

Apabila Anda sedang merasa kehilangan akan seseorang yang sangat dicintai ataupun mengalami kecelakaan yang cukup mengerikan, maka mimpi yang aneh dan tak masuk akal besar sekali peluangnya untuk muncul saat Anda tidur. Perasaan atau mental yang sedang tertekan bisa menjadi pemicu mimpi yang aneh dan menyebabkan perasaan gelisah ketika terbangun.

Penyebab mimpi buruk yang lainnya adalah kadar gula rendah dalam tubuh seseorang. Ketika kadar gula atau glukosa dalam tubuh berada dalam tingkat yang sangat rendah, maka otak secara otomatis akan berupaya untuk menyeimbangkan kadar gula tersebut dan sekaligus memacu adrenalin dalam tubuh.

Kapan dan apa yang dimakan bisa mengganggu istirahat di malam hari, termasuk kecenderungan untuk mendapat mimpi buruk. Sebuah penelitian dalam International Journal of Psychophysiology membandingkan kualitas tidur antara orang yang telah menyantap makanan berbumbu dan non-bumbu. Orang yang menyantap makanan pedas lebih sering terjaga dan memiliki kualitas tidur yang rendah. Makanan pedas terbukti dapat meningkatkan suhu tubuh dan berakibat gangguan tidur. Hal ini mungkin juga menjadi alasan mengapa beberapa orang mendapatkan mimpi buruk ketika mereka baru makan menjelang tidur malam. Beberapa studi melaporkan bahwa makan ketika mendekati waktu tidur bisa memengaruhi metabolisme tubuh dan meningkatkan aktivitas otak sehingga menyebabkan mimpi buruk.

Beberapa jenis obat termasuk antidepresi, barbiturat, dan narkotika dapat menyebabkan mimpi buruk sebagai efek samping penggunaannya. Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal Psychopharmacology, diungkapkan bahwa ketamin obat yang digunakan dalam anestesi akan membuat ketidaknyamanan tidur dan mimpi buruk jika dibandingkan dengan obat lainnya. Penghentian konsumsi obat-obatan atau zat tertentu, termasuk alkohol dan obat penenang, juga dapat memicu mimpi buruk. Jika Anda lebih sering mengalami mimpi buruk setelah menghentikan pemakaian obat tertentu, bicarakanlah dengan dokter Anda.

Beberapa penelitian menemukan kaitan antara mimpi buruk dengan gangguan irama jantung, terutama pada orang yang lanjut usia. Selain itu, nyeri dada dan detak jantung yang abnormal juga meningkat pada orang yang sering mimpi buruk. Kebanyakan serangan jantung terjadi pada dini hari ketika kita sedang tidur REM. Saat kita masuk tidur REM, napas menjadi lebih cepat, tidak teratur, dan berat. Bola mata juga bergerak-gerak dan otot tungkai lumpuh sementara. Tidur REM juga menyebabkan stres karena merangsang otak amigdala yang mengatur emosi. Kombinasi hal ini akan membuat seseorang rentan mengalami serangan jantung.

Jika Anda sering mengalami mimpi buruk di mana dalam mimpi tersebut Anda merasa susah bernapas, coba cek ke dokter karena besar kemungkinan Anda menderita sleep apnea atau henti napas sejenak saat tidur. Orang yang menderita gangguan tidur ini kerap kali merasakan mimpi horor seperti tenggelam atau tercekik. Padahal realitanya saluran napas mereka tersumbat sehingga otak kekurangan oksigen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *