BPBD & Wagubsu Tinjau Perkembangan Pembangunan Hunian Pengungsi Sinabung

0
bpbd

Kepala BPBD Pusat, Willem Rampangilei relokasi mengatakan, relokasi mandiri tahap pertama di Siosar sudah selesai tahun lalu sebanyak 370 unit /kepala keluarga (KK). Kemudian relokasi mandiri tahap kedua sebanyak 1.650 KK dan telah selesai 879 KK sisanya pada akhir maret 2018.

“Saya sudah melihat dan berbicara langsung dengan masyarakat yang menempati baik di hunian sementara (huntara) III maupun hunian tetap (huntap) . Dan saya sudah mengetahui apa permasalahan dan keluhan-keluhan mereka diantaranya air bersih dan listrik,” ujar Willem mengunjungi pengungsi korban bencana erupsi Sinabung di Kecamatan Simpang Empat, bersama Wagubsu, Nurhajizah Marpaung , Rabu (28/2).

Willem menjelaskan, kedatangannya beserta rombongan Kementerian PMK dan KSP dalam rangka melihat dan meninjau langsung kemajuan rehabilitasi dan rekonstruksi dampak dari erupsi Sinabung.

Disamping itu juga untuk mengidentifikasi semua permasalahan – permasalahan yang menghambat dari penyelesaian program kerja pemerintah pusat yakni meliputi pemukiman hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) serta infrastruktur.

“Terakhir relokasi mandiri tahap ketiga, dikatakan Kepala BPBD Pusat akan dibangun 1.098 unit rumah dimana untuk kebutuhan pemukiman masih tahap pembebasan lahan (land clearing) dan untuk kebutuhan lahan sedang proses perizinannya. Yang menjadi permasalahan disini adalah dengan perkembangan data kepemilikan lahan,” katanya

“Saya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo dan masyarakat yang telah dengan segera melakukan tanggap darurat dengan cepat dan efektif sehingga tidak tidak ada memakan korban jiwa,” papar Willem.

Sementara itu, , Nurhajizah juga memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dalam membantu rehabilitasi dan relokasi untuk pengungsi korban bencana erupsi Sinabung. Menurut Nurhajizah, beban dan penderitaan masyarakat sekitar gunung Sinabung sebenarnya sudah cukup panjang karena erupsi sudah terjadi sejak tahun 2010.

Dia berpesan kepada masyarakat yang tertimpa musibah, jangan merasa musibah ini merupakan masalah dan penderitaan sendiri, tetapi musibah bencana alam ini adalah musibah kita bersama, musibah nasional.

“Oleh karenanya para korban bencana alam erupsi Sinabung harus selalu bersyukur dengan apa yang telah diberikan Pemerintah Pusat, Provsu dan Pemkab Karo.”

“Jaga dan rawatlah rumah atau tempat tinggal ini, agar bisa dipakai sampai ke anak cucu,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *