Sekjen Kemenhub: Sinergi Pemerintah & Swasta Dapat Tingkatkan Ekspor Indonesia
Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardo mendorong adanya sinergi yang baik antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan UNIED untuk mendongkrak ekspor Indonesia. Kerjasama ini dibutuhkan agar ekspor secara direct call dapat dilakukan.
“Kita membangun sinergi sehingga bisa bekerja sama dan melakukan ekspor direct call. Pelabuhan-pelabuhan yang ada di Indonesia ini harus berkolaborasi, saling menguatkan,” kata Sugihardo saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion dengan tema “ “Optimalisasi Peran Angkutan Multimoda Guna Memacu Laju Eksport Nasiona” di Hotel Borodur Jakarta, Jumat, 23 Maret 2018.
Turut hadir dalam acara ini, Managing Director Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Arif Setiawan, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada yang merupakan perwakilan dari UNIED Eko Suwardi, Deputi Bidang Bisnis Proses Indonesia National Single Window (INSW) Hari S. Noegroho.
Sugihardono yang akrab disapa Jojo ini menjelaskan peningkatan ekspor merupakan salah satu program prioritas yang dicetuskan Presiden Jokowi. Presiden ingin agar semua faktor yang dapat mempercepat laju ekspor, utamanya soal infrastruktur. Dengan infrastruktur maka bisnis yang dijalankan pun juga akan berbuah positif. Selain infrastruktur, juga harus ada sinkronisasi komoditi, harus ada bank data yang dibentuk untuk mensinkronkan dengan baik antara ruangan kapal, jadwal, dan muatan karena hingga saat ini belum ada sinkronisasi yang baik di antara ketiga hal tersebut.
“Komoditinya supaya ada sinkronisasi antara ruangan kapal, jadwal, dengan ruang muatan. Jadi kalau hanya niat mendorong untuk ekspor-impor menggunakan jasa angkutan laut Indonesia, asuransi Indonesia, niatnya baik tapi kalau secara kuantitatif ternyata tidak ada sinkronisasi,” ujar Jojo.
Jojo berharap melalui FGD ini akan dirumuskan problematika dan mampu mewujudkan berbagai upaya dalam peningkatan volume eksport. Bila memerlukan adanya kebijakan fiskal akan diidentifikasi terkait kebijakan yang diperlukan.
“Kita dari pemerintah akan mendorong bagaimana pelaku usaha itu bisa berusaha dengan kondusif. Jadi regulasi yang familiar terhadap iklim bisnis dari pelaku usahanya juga akan didukung. Kalau diperlukan kebijakan-kebijakan fiskal, tolong di identifikasi kebijakan apa yang diperlukan. ” tutup Jojo.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada yang merupakan perwakilan dari UNIED Eko Suwardi mengatakan dalam FGD ini akan dihasilkan suatu rekomendasi untuk pemerintah guna meningkatkan ekspor Indonesia. Rekomendasi tersebut diantaranya seputar infrastruktur, karena sektor ini menjadi salah satu penentu untuk mengkatrol ekspor.
“Hasil forum ini nantikan yang dihasilkan adalah policy brief jadi semacam rekomendasi. Rekomendasi kepada pemerintah khususnya untuk peningkatan ekspor tadi . FGD kali ini bahas infrasturkur, supaya infrastruktur yang menunjang ekspor itu harus baik dan menjadi efisien. Dengan efisien maka kemudian harga ekspor kita itu bersaing,” kata Eko.
“Kita juga mencari masukan, dari Universitas juga mencari masukan, supaya yang dipikirkan oleh Universitas, riset-riset dari Universitas ini kita konfirmasikan dengan yang ada di dunia nyata,” tambah Eko.