Gubernur Buka MTQ Sulsel di Luwu Timur
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) membuka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXX (30) Tingkat Sulawesi Selatan (Sulsel) di City Center, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Minggu (1/4). Acara diawali dengan marching band SMA Negeri 1 Kota Malili, yang mengantar para peserta defile 24 kabupaten-kota.
Pada saat defile, beberapa kontingen memberikan persembahan yang menarik. Dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) misalnya, di tengah defile memberikan miniatur kincir angin kepada Gubernur SYL.
Adapun cabang lomba yang dipertandingkan diantaranya, Tilawah, Syahril Quran, Fahmil Quran, Tafsir, Hifzil Quran, Makalah Al Quran, Tartil Quran, Qiraat Murattal dan Kaligrafi.
Gubernur SYL dalam sambutannya, mengatakan, hadirnya MTQ ini karena hadirnya ridha dari Allah SWT. Bahwa apa yang dilakukan adalah panggilan jiwa dan bentuk istiqamah, bahwa Islam adalah bagian dari kehidupan dan napas kehidupan.
“Apa yang kita lakukan simboliknya MTQ, tetapi bagi saya ini bagian dari pertanggungjawaban keislaman kita,” kata SYL.
Menurutnya, MTQ adalah bentuk dari Syiar Islam sebagai hamba untuk berpegang teguh pada Al-qur’an dalam kehidupan. MTQ ini, adalah bentuk tanggungjawab agar Islam besar, dan menjadi napas kehidupan dan jalan kehidupan.
“Islam is way of life, Islam adalah jalan hidup,” katanya.
SYL juga menyebutkan, Al-qur’an adalah tuntunan, Islam adalah sumber ilmu dan kecerdasan. “Kalau kita berpijak pada Al-qur’an, kita tidak akan takut pada siapa saja. Karena kita benar,” tuturnya.
Bagi SYL, MTQ ini adalah yang terakhir ia hadiri sebagai Gubernur. Ia sempat meminta agar MTQ Sulsel tahun ini dihadiri oleh Gubernur mendatang. Namun, ia tetap diminta menghadiri dan membuka MTQ ini.
“Saya bangga dengan MTQ ini,” ujarnya.
Usai memberikan sambutan, SYL kemudian membuka acara secara resmi dengan pemukulan gendang dan peluncuran kembang api.
Sementara, Bupati Lutim Thoriq Husler, berterima kasih atas ditunjuknya Lutim sebagai tuan rumah MTQ untuk pertama kalinya. Baginya, ajang ini selain sebagai ajang kompetisi juga sebagai ajang silaturahim.
“Acara ini sebagai ajang silaturahim. Manakala Lutim dipercayai sebagai tuan rumah, kami sangat berbahagia dan bangga. Kami seluruh elemen masyarakat mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kepercayaan yang ada,” ucapnya.
Lutim sebagai kabupaten pemekaran yang baru berusia 14 tahun, mendapat kehormatan. MTQ ini sekaligus sebagai ajang mempromosikan Lutim kepada masyarakat Sulsel dan Indonesia.
“Kami dulu was-was ketika diberikan surat penetapan, karena kami masih muda dan bisa diberikan kepercayaan sebagai tuan rumah. Saat ini 24 kabupaten-kota se Sulsel hadir di Lutim, kami merindukan mereka untuk bersilaturahim,” terangnya.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulsel, Abdul Wahid Tahir, menjelaskan, hingga 31 Maret peserta yang mendaftar sebanyak 943 orang peserta, diverifikasi sebanyak 943 orang. Jumlah yang disetujui 930 orang peserta (kafilah), yang ditolak 13 orang. Adapun jumlah peserta terbanyak dari Lutim 55 orang dan terkecil Toraja Utara 22 orang.
Selain lomba kabupaten-kota, yang berpartisipasi juga menghadirkan stan-stan mereka sepanjang acara yang berlangsung hingga Sabtu, 7 April mendatang.
MTQ ini juga dihadiri oleh Ketua Dewan Hakim Nasional, Prof Dr KH Said Agil Husain Al Munawar yang juga mantan Menteri Agama di era Presiden Megawati Soekarnoputri.
Acara semakin meriah dengan tari kolosal “Pilar Kehidupan” yang ditarikan oleh ratusan penari. Adapun, artis Ibu Kota Fatin Shidqia Lubis hadir memberikan hiburan pada pembukaan MTQ ini
