Pulau Bidadari Bersolek dengan Sentuhan Budaya Betawi
Pulau Bidadari merupakan salah satu gugusan pulau yang terdapat di Kepulauan Seribu yang dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari. Merupakan pulau terdekat dengan Teluk Jakarta menjadikan Pulau Bidadari sebagai salah satu pulau yang cukup diminati oleh wisatawan.
Sebagai sebuah kawasan wisata bahari dan resort sejak tahun 1972 yang dikelola oleh salah satu anak usaha PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yaitu PT Seabreez Indonesia, Pulau Bidadari mulai menjadi salah satu destinasi wisata yang kerap dikunjungi wisatawan. Selain nilai sejarahnya, pulau ini juga menawarkan wisata alam yang masih sangat alami. Berada diantara Pulau Onrust, Pulau Kelor dan Pulau Cipir, Pulau Bidadari memiliki sejarah yang menarik. Mulai dari menjadi tempat berlabuh sebelum mendarat ke Jakarta hingga menjadi benteng pertahanan Belanda dapat ditemui wisatawan penikmat sejarah.
Awal tahun 1970-an, PT Seabreez Indonesia (anak usaha PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk) mengelola pulau ini untuk dijadikan sebagai resor wisata, untuk menarik pengunjung, pulau ini berganti nama menjadi Pulau Bidadari. Pemberian nama Pulau Bidadari pada tahun 1970 memberi pesan tersendiri karena pulau ini menyajikan keindahan alam dan juga sejarah yang panjang. Pulau seluas enam hektar tersebut menjadi obyek wisata dengan berbagai fasilitas serta sarana dan prasarana penunjang bagi masyarakat yang ingin berlibur.
Pulau Bidadari masuk ke dalam Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Pulau ini dapat diakses melalui Dermaga Marina Ancol dengan lama perjalanan menuju pulau ini selama 30 menit. Pulau Bidadari memiliki berbagai macam tipe kamar tidur yang siap memanjakan para wisatawan yang datang serta berbagai fasilitas lainnya yang memberikan kenyamanan selama tinggal di dalam pulau.
Sejak awal dibangun menjadi tempat wisata dan rehat sejenak tidak banyak perubahan yang dilakukan, sehingga banyak penginapan dan fasilitas yang kondisinya sudah tidak baik. Melihat kondisi tersebut sekaligus mengikuti perkembangan kebutuhan konsumen yang meningkat berwisata ke kepulauan seribu, maka sejak akhir 2017 dilakukan perombakan total di Pulau Bidadari.
Mengusung konsep “The Soul of Batavia” kini Pulau Bidadari sedang melakukan pembenahan. Mulai dari penataan ulang penginapan serta embience, nantinya pulau resort ini kental dengan unsur budaya yang dipadukan dengan teknologi. Infrastruktur yang mengimbangi kebutuhan dunia digital yang menjadi kebutuhan masyarakat terangkum dalam pulau ini. Unsur budaya yang akan diangkat nantinya melekat dengan budaya Jakarta yang kental dengan nuansa budaya betawi yang dipadu padankan dengan budaya yang mempengaruhi kebudayaan betawi.
“Dengan hadirnya nuansa baru di Pulau Bidadari kami berharap pengunjung dapat bernostalgia dengan kenangan Jakarta tempo dulu, namun tetap kekinian. Sehingga pengunjung bisa merasakan pengalaman yang baru dan berbeda berlibur di pulau ini. Direncanakan revitalisasi ini akan diselesaikan pada ulang tahun Jakarta yang ke 491 tahun ini” ujar C. Paul Tehusijarana, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Sebagai perwujudan memperkenalkan tampilan baru Pulau Bidadari, direncanakan akan dilakukan pencanangan Pulau Seribu sebagai pulau berbasis budaya dan digital akhir pekan ini (21/4) bersama Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Sandiaga Uno. Pencanangan ini sekaligus sebagai tonggak awal revitalisasi wisata Pulau Seribu sekaligus menyambut HUT Jakarta dan perhelatan Asian Games 2018 mendatang.
