Pengusaha Yaman Tertarik Berinvestasi di Kawasan Wisata Puncak

0
wisata-ke-puncak-3-1

Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Bogor mengajak para pengusaha dari Yaman ke sejumlah objek wisata di Puncak, pada Selasa, 24 April 2018. Objek wisata yang disambangi  yakni Kawasan Hutan Sentul (Eco Edu Tourism Forest), Curug Cilember Kecamatan Cisarua dan menginap di The Green Peak Hotel Puncak.

Kunjungan tak berhenti di hari Selasa, 24 April 2018, keesokannya, Rabu, 25 April 2018  perjalanan ke objek wisata kembali dilanjutkan. Objek wisata yang datangi di hari kedua ini diantaranya yakni  Telaga Warna dan kawasan Agrowisata Gunung Mas

Selama berkunjung ke sejumlah objek wisata di Puncak, Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Bogor menjelaskan  potensi investasi sektor pariwisata di Bogor. Investasi berupa pembangunan hotel, restoran dan infrastruktur lainnya menjadi sektor yang ditawarkan kepada para pengusaha Yaman.

“Tadi saya dengar ada yang sudah tertarik untuk berinvestasi di Babakan Madang,” kata Kepala Disbudpar setempat, Rahmat Sujana setelah kunjungan tersebut.

Ada pertanyaan yang krusial dilontarkan para pengusaha Yaman ini. Pertanyaan itu mengenai  jumlah  kunjungan wisatawan ke Puncak. Seperti diketahui banyaknya kunjungan wisatawan ke salah satu objek wisata menjadi salah daya tarik investor.

Dinas terkait mencatat jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Kabupaten Bogor mencapai 300 ribu orang sepanjang 2017. Rahmat memperkirakan sebanyak 90 persen di antaranya berasal dari negara-negara Timur Tengah. Mereka lebih banyak memilih berwisata ke kawasan Puncak.

Para pengusaha asal Yaman yang ikut dalam kunjungan kali ini juga mengakui potensi wisata di Kabupaten Bogor, sangat besar. Selain terkesan dengan keindahan alamnya, mereka juga mengapresiasi fasilitas bagi pengunjung seperti akses jalan dan transportasi yang mudah, rumah ibadah hingga petunjuk berbahasa Arab.

“Semuanya masih sangat alami. Fasilitasnya juga bagus, penduduknya ramah dan bisa berbicara bahasa arab,” kata salah seorang peserta kunjungan tersebut, Abdul Maliek. Ia mengaku baru pertama kali berkunjung ke Kabupaten Bogor sejak datang ke Indonesia, enam bulan lalu.

Antusiasme para pengusaha asal Yaman juga diakui perwakilan Kedutaan Besar Indonesia di negara tersebut, Abdul Mun’im. Ia menyarankan, pemerintah daerah setempat menambah fasilitas untuk anak-anak di tempat-tempat wisata juga menambah inovasi promosi wisata. (Sumber Pikiran Rakyat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *