Akatara 2018 Siapkan 50 Proposal Proyek Film Untuk Investor
Indonesian Film Financing Forum Akatara kembali dihelat pada tanggal 18-20 September 2018 di Jakarta. Akatara merupakan hasil kolaborasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dengan Badan Perfilman Indonesia (BPI) dengan tujuan untuk mempertemukan film maker dengan para investor.
Tahun ini, Akatara 2018 menyediakan 50 kuota proposal untuk diperlihatkan kepada investor. Pendaftaran proposal dan calon investor akan dibuka sejak tanggal 20 Juni 2018 hingga 20 Juli 2018. Informasi terkait pendaftaran terdapat di portal http://akatara.id
“Tentunya tahun ini kita berusaha menambahkan jumlah proposal yang dipilih menjadi 50 totalnya. Tapi kita seperti yang saya bilang proposal produksi film maupun proposal non produksi film. Jadi kita ekspektasinya tentunya lebih baik lagi, karena invesmentnya juga lebih banyak dan lebih besar dari tahun lalu,” kata Ketua Bidang Fasilitas Pembiayaan Film BPI Agung Sentausa dalam jumpa pers mengenai Aktara 2018, di Topaz Room, Hotel Grand Mercure Jakarta Harmoni, Selasa, 5 Juni 2018.
Akatara merupakan kegiatan forum pembiayaan dan investasi untuk perfilman Indonesia berskala nasional. Bekraf dan BPI mempertemukan para pembuat film Indonesia dari proposal terpilih dengan sumber pendanaan serta investor yang sesuai karakter proyek film. Forum ini menerima proyek proposal dari film durasi panjang dan pendek untuk genre fiksi, dokumenter, dan animasi.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Akatara mengelompokkan proyek proposal sesuai dengan durasi maupun genre. Formula ini diharapkan dapat meningkatkan perhatian para calon investor sesuai dengan minat, durasi, dan genre film yang akan didukung.
Akatara2018 memberikan “grants” kepada proyek terpilih untuk mengembangkan naskah dan fasilitas pembuatan film. Sehingga, kehadiran Akatara membantu para pembuat film mengakses investor proyek film yang diproduksi
“Tahun ini kita ingin menumbuhkan film intepreneur or movie intepreneur, karena sudah cukup banyak yang menjadi film maker dan berdasarkan statistik kelelahan, karena disaat yang sama mereka menciptakan ide. tapi juga mencari investor trus menjadi marketing person, ujar Agung. 
Sementara, Kepala Bekraf Triawan Munaf yang ikut tampil sebagai pembicara dalam jumpa pers ini mengatakan, tahun ini minimal ada 20 film yang bisa diinvestasikan dari 50 proposal yang diajukan.
“Tahun lalu 10 film yang mendapat investor dari 40, artinya itu ada 25 persen yah. Nah sekarang dari 50 film, kita ingin minimal ada 20 film yang bisa diinvestasi. Karena dari Akatara yang pertama, bakal banyak investor akan datang di Akatara ke dua. Mereka ingin tahu ada project apa yang ingin mereka investasikan,” kata Triawan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Akatara 2018 mengajak peran serta ekosistem sub sektor ekonomi kreatif lainnya yang dapat berkolaborasi dengan industri perfilman, antara lain kuliner, fashion, penerbitan, musik, kriya, dan lain sebagainya. Hal ini juga mengingat film merupakan proses kreatif yang kompleks karena gabungan dari berbagi multi disiplin produk seni.
