Pendakian Gunung Semeru Tetap Buka Walau Ada Perayaan Kasada

0
955229589F-D013-41C5-876D-B7026F73192A

Pelayanan pendakian G. Semeru di Ranupani TN Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tetap dilakukan selama perayaan Kasada oleh masyarakat Tengger. Proses pemeriksaan tiket dan simaksi bagi pendaki tetap dilakukan seperti biasa oleh petugas TNBTS.

Bidhin Lintang selaku Kepala Seksi PTN III Senduro, yang membawahi pintu masuk pendakian Ranupani menyampaikan briefing kepada para pendaki tetap dilakukan untuk menginformasikan apa yang boleh dan tidak boleh selama melakukan pendakian, terutama masalah sampah.

“Di pendakian Gunung Semeru ini kami wanti-wanti kepada para pendaki untuk selalu membawa kembali turun semua sampah yang dibawa selama pendakian, jika itu dilanggar maka ada beberapa sanksi yang akan didapat selain akan di black list tidak boleh mendaki di Gunung Semeru.” Kata Senduro.

Selain itu, Sarif Kasubag Data, Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan TNBTS yang diperbantukan dalam pelayanan pendakian menambahkan jika sampah ditinggalkan akan terjadi penumpukan sampah yang berimbas negatif pada keberlangsunga habitat satwa.

“Kesadaran para pendaki untuk tidak meninggalkan sampah sangat kami harapkan, karena jika terjadi penumpukan sampah di Gunung Semeru dikhawatirkan akan merusak habitat satwa prioritas terancam punah seperti Macan Tutul dan Elang Jawa sehingga keberadan satwa tersebut semakin lebih terancam untuk punah”.

Pendakian Gunung Semeru saat ini sudah dibatasi dengan kuota 600 orang pendaki perhari. Selain itu telah diterapkan sistem booking online 100% sehingga setiap orang yang ingin mendaki Gunung Semeru harus mendaftar dan memverifikasi pembayaran di aplikasi booking online TNBTS

Seperti diketahui upacara ritual tahunan terbesar adat Suku Tengger, Yadnya Kasada. Dilangsungkan pada tanggal  29-30 Juni. Akan ada beragam rangkaian acara seru menjelang upacara Yadnya Kasada Tengger Bromo 1940 Saka.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut ini sebagai budaya dan tradisi yang memiliki kearifan lokal di Bromo. Yang pasti, dia mengingatkan agar atraksi alamnya diperhatikan dengan baik, terutama manajemen sampah, yang sering dikeluhkan banyak pihak di destinasi pegunungan.

“Service atau pelayanan yang baik, kebersihan, dan toilet yang terjaga, itu penting dalam jangka pendek. Jangka panjangnya adalah 3A, atraksi, amenitas dan akses, yang tidak bisa ditawar-tawar lagi,” kata dia. (Sumber Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *