Jelang Tuan Rumah PON 2024, Sumatera Utara Siap Bangun Sport Centre Baru Senilai Rp342 Miliar
Sumatera Utara telah ditetapkan sebagai tuan rumah bersama Nangroe Aceh Darussalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, dan Sumatera Utara ingin mempersiapkannya secara serius. Untuk itu pusat kegiatan olahraga atau sport center berstandar internasional siap akan segera dibangun. Tak tanggung-tanggung, biayanya diperkirakan sebesar Rp342 miliar.
Nantinya di dalam sport center berbagai fasilitas dibangun. Mulai dari arena olahraga sejumlah cabang yang akan dipertandingkan, wisma atlet dan sebagainya. Masing-masing di Aceh dan Sumut akan dipertandingkan 28 cabang olahraga berbeda.
“Jadi nanti seperti sport center di Jakabaring, Palembang, seperti yang pernah saya lihat, seperti itu yang hendak dibangun,” kata Ketua Komisi E DPRD Sumut, Mustofawiyah seusai memimpin rapat dengar pendapat dengan sejumlah pejabat Pemprov Sumut yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Sabrina, pada hari Senin (2/7).
Untuk pembangunan sport center ini, disebutkan pula akan menggunakan lahan seluas 100 Ha yang akan dibeli dari ex-HGU PTPN II di Desa Sena, Batangkuis, Deliserdang, Sumatera Utara. Untuk tahun anggaran 2018 Pemprovsu sudah mempersiapkan dana guna pembelian lahan, pembuatan sertifikat serta pembuatan pagar. Senilai Rp32 miliar.
Terkait rencana konkret dimulainya pembangunan sport center, oleh Sabrina disebutkan bahwa akan dimasukkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah 2018. Secara keseluruhan pembiayaannya akan dimasukkan ke dalam APBD Sumut selama beberapa tahun sebelum PON diselenggarakan. Pembiayaan dari APBN juga akan diusahakan.
“Dimulai saja dulu. Tidak mungkin pemerintah pusat memberikan bantuan kalau kita tidak segera memulai,” ujar Sabrina.
Sebelumnya, Aceh dan Sumatera Utara berhasil terpilih setelah mendapat suara terbanyak daripada dua calon lainnya, yaitu Bali-Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Selatan. Aceh-Sumatera Utara mendapat 24 suara, Bali -Nusa Tenggara Barat mendapat total 8 suara, dan Kalimantan Selatan hanya meraih 2 suara saja.
“Proses pemilihan tuan rumah sudah sesuai dengan mekanisme PON sehingga keputusan di sini sudah secara otomatis tuan rumah PON. Cuma kami akan melaporkan ini kepada pemerintah karena pengesahannya dari pemerintah. Itu peraturan mekanismenya,” jelas Wakil Ketua KONI Pusat K. Inugroho pada saat itu.
