Giliran Pesilat Yola dan Hendy Raih Medali Emas ke-14 Untuk Indonesia

0
49392-yuli-primadona-jampil-hendy

Setelah pesilat Indonesia Puspa Arumsari meraih medali emas Asian Games 2018, giliran pesilat Yola Primadona Jampil dan Hendy yang menyabet emas ke-dua dari cabang olahraga pencak silat nomor seni berpasangan putra, Senin, 27 Agustus 2018.

Yola dan Hendy berhasil unggul dari enam finalis lainnya, yakni Filipina, Thailand, Singapura, Vietnam, Laos, dan Malaysia, di laga final nomor seni berpasangan putra yang dilangsungkan di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Nilai yang dikoleksi  Yola dan Hendry lebih tinggi, yakni mencapai 580 poin, Sedangkan Vietnam yang meraih medali perak hanya memperoleh 562 poin dan diikuti Malaysia dan Thailand yang sama-sama meraih 560 poin. Malaysia dan Thailand berhak mendapatkan medali perunggu.

Mengenakan pakaian Pencak Silat berwarna hitam dibalut kain cokelat emas, mereka menampilkan atraksi terbaiknya selama tiga menit, serta menggunakan atribut golok, celurit, dan bambu.

Sorak-sorai para penonton di dalam ruangan pun bergema selama kedua pesilat ini tampil. Bahkan saat skor keluar, seluruh penonton berdiri dan memberi tepuk tangan.

Yola dan Hendri membeberkan resepnya meraih medali emas. Hal itu tak lepas dari kegagalan di SEA Games 2017 sehingga membuat mereka berinovasi dalam gerakan.

“Pada SEA Games 2017, kami sempat kecewa. Setelah itu kami sepakat untuk merombak gerakan,” tutur Hendy.

“Gerakan kami yang baru benar-benar sulit, bahkan kami sempat terkena sabetan senjata ketika berlatih gerakan baru,” ucap peraih perak SEA Games 2017 itu.

Ini adalah medali emas ke-14 Indonesia sepanjang Asian Games 2018 atau emas kedua dari cabang pencak silat. Beberapa jam sebelumnya, Puspa Arumsari mempersembahkan medali dari nomor seni perorangan putri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *