Promisikan Kuliner Nusantara, KBRI Tashkent Gandeng TV Uzbekistan
Kuliner Indonesia kembali mendapat kesempatan untuk mengisi program TV, yang akan disiarkan pada sekitar bulan Oktober 2018 oleh TV Dunyo, sebuah stasiun TV milik pemerintah Uzbekistan dalam acara “Dunyo Bo’ylab (Around the World)”. Pengambilan video untuk acara tersebut dilakukan di Wisma Duta, 17 September 2018. Dubes RI Alit Santhika dan Ibu Mardiana Santhika mengetengahkan pembuatan kue lumpur dan dendeng balado.
Mendahului peragaan memasak, Dubes RI beserta Ibu mengutarakan bahwa makanan khas Indonesia sangat banyak mengingat setiap daerah di Indonesia memiliki makanan khasnya masing-masing. Oleh sebab itu, sangat sulit untuk menentukan makanan yang dapat mewakili seluruh daerah di Indonesia. Namun demikian, kue lumpur dan dendeng balado, yang diperagakan pembuatannya dalam kesempatan ini, merupakan menu yang sangat sering tersaji di meja makan orang Indonesia dikarenakan proses pembuatannya sangat mudah dan seluruh bahan-bahannya mudah ditemui, termasuk di Uzbekistan.
Ditambahkan oleh Dubes RI, Indonesia seperti halnya Uzbekistan memiliki makanan yang mewakili simbol-simbol tertentu untuk merayakan suatu peristiwa penting. Apabila Uzbekistan memiliki nasi plov, Indonesia biasa menyajikan nasi kuning ketika merayakan peristiwa penting seperti peristiwa kelahiran atau syukuran. Nasi yang berwarna kuning keemasan tersebut menjadi simbol kemakmuran, nasib baik, dan wibawa, serta biasa ditampilkan dalam bentuk kerucut dengan topping ayam goreng, perkedel, kentang, daging, telur, dan sayur-sayuran sesuai dengan selera masing-masing. Sedangkan menyangkut tata krama di meja makan, Indonesia juga memiliki tata aturan yang tidak jauh berbeda dengan orang Uzbekistan, yang mana makan akan dimulai dan diakhiri dengan doa. Semua kesamaan tersebut menandakan adanya kedekatan budaya antara Indonesia dan Uzbekistan. 
Peliputan diakhiri dengan mencicipi kue lumpur dan dendeng balado yang sudah jadi. Reporter dan kru TV sangat menyukai kedua menu tersebut dan berharap akan kembali dapat menampilkan makanan Indonesia di peliputan berikutnya (Sumber: KBRI Tashkent).