Realisasi Penerimaan Pendapatan Negara Hingga Agustus 2018 Capai Rp1.152,83 Triliun
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengumumkan penerimaan pendapatan negara dan himbah hingga akhir Agustus mencapai Rp1.152,83 triliun atau 60,84% dari pagu APBN sebesar Rp1.894,7 triliun.
Menkeu menyebut, dengan capaian itu maka ada pertumbuhan sebesar 18,4%. “Sampai dengan bulan Agustus 2018 posisinya sangat baik dan pasti lebih baik dari 2017. Berarti pendapatan negara ini tumbuh 18,4% dibandingkan tahun lalu yang realisasinya Rp973,4 triliun. Ini lebih tinggi dari pertumbuhan tahun lalu 11,4%,” kata Sri Mulyani, Jumat, 21 September 2018.
Perpajakan, bea dan cukai, penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan dana hibah menjadi sektor yang paling banyak menyumbang penerimaan negara. Untuk sektor perpajakan menyumbang sebesar Rp907,54 triliun atau meningkat 56,09% dari penerimaan yang ditetapkan pada APBN.
“Untuk pajak tumbuhnya 16.5% tahun lalu perpajakan kita tumbuh tinggi tapi masih di bawah yakni 10,2%. Untuk bea cukai tumbuhnya 16,7% tahun lalu 4,5%,” ungkapnya.
Sementara, pendapatan negara dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Agustus 2018 telah mencapai Rp240,3 triliun atau mencapai 87,2 persen dari target APBN tahun ini sebesar Rp275,4 triliun. Sedangkan, dibandingkan dibandingkan capaian 2017 terdapat pertumbuhan 24,3 persen.
“Tahun lalu dengan periode yang sama PNBP kita 193,3 triliun, sudah tumbuh sangat tinggi sebesar 20,2 persen dibanding 2016. Tahun ini masih tinggi lagi 24,3 persen,” ujar Menkeu.
Dirjen Pajak Robert Pakpahan menambahkan sejauh ini penerimaan pajak hingga Agustus 2018 adalah mencapai Rp 799,46 triliun atau 16,52% (yoy) atau tumbuh18,59% (diluar tax Amesty). Penyumban pajak ini terdiri dari Pajak Penghasilan, PPN & PPnBM dan PBB & Pajak lainnya.
“Ini merupakan yang tertinggi pada periode Januari – Agustus selama empat tahun terakhir. Perbandingan pajak dari empat tahun lalu menunjukkan pertumbuhan cukup strong,” kata Robert.