Gedung Sate Bangunan Paling Ikonik di Jawa Barat
Bangunan paling ikonik di Kota Bandung tak bisa dipungkiri adalah Gedung Sate. Saat mata memandang bangunan yang kini berusia 98 tahun itu sontak teringat Bandung, kota yang berjuluk Paris van Java tersebut. Bangunan yang didominasi warna putih itu memiliki luas bangunan lebih dari 10 ribu meter persegi (m2).
Dijuluki Gedung Sate karena bagian atas bangunan menyerupai tusuk sate. Kini, gedung yang proses pembangunannya memakan waktu lima tahun itu menjadi ikon kota Bandung, bahkan Provinsi Jawa Barat. Lokasinya sangat strategis di jantung pusat pemerintahan dan bisnis Bandung. Bagian atapnya dihiasi ornament ukiran kayu jati berumur hampir 100 tahun.
Konon, pengukir utamanya adalah 150 orang yang didatangkan dari Tiongkok. Para pengukir dari Tiongkok kemudian dibantu tenaga local dari Bandung dan sekitarnya. Pembangunan Gedung Sate berlangsung sepanjang 1920 hingga 1924. Pembangunannya melibatkan 2.000 pekerja dan menghabiskan dana enam juta Gulden.
Kuat dan utuhnya Gedung Sate hingga kini, seperti dikutip dari wikipedia, tidak terlepas dari bahan dan teknis konstruksi yang dipakai. Dinding Gedung Sate terbuat dari kepingan batu ukuran besar (1 × 1 × 2 m) yang diambil dari kawasan perbukitan batu di Bandung timur sekitar Arcamanik dan Gunung Manglayang. Konstruksi bangunan Gedung Sate menggunakan cara konvensional yang profesional dengan memperhatikan standar teknik.
Di puncaknya terdapat “tusuk sate” dengan enam buah ornament sate (versi lain menyebutkan jambu air atau melati), yang melambangkan 6 juta gulden, yakni biaya yang digunakan untuk membangun Gedung Sat
