49007428_2219637578089025_7335289797759467520_n

Menteri Pariwisata dan tim Kemenpar didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati meninjau sekaligus memberikan bantuan logistik kepada Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Provinsi Banten yang menjadi bagian dalam operasi penyelamatan ketika terjadi bencana Tsunami Selat Sunda di pesisir Tanjung Lesung, Kamis (27/12/2018).

Dengan personil sekitar 200 orang, Balawista sigap memberikan peringatan dini kepada warga dan peserta Surfing ketika terjadi bencana tsunami. Pasca kejadian, seluruh Balawista juga aktif terlibat dalam pencarian dan penyelamatan korban sekaligus distribusi bantuan ke berbagai titik pengungsian. Dalam kunjungannya Menpar menyampaikan apresiasi kepada Balawista

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada seluruh Balawista yang sudah membantu fase recovery pasca bencana, semoga Allah membalas keikhlasan teman teman dengan pahala yang terbaik,” ujar Menpar.

Dalam kunjungan ke posko Balawista tersebut, Menpar memberikan bantuan untuk operasional Balawista berupa life jacket, Handy Talkie, kaos Pesona Indonesia dan Dana Infak sumbangan Kementerian Pariwisata.

Setelah meninjau sekaligus memberikan bantuan di Posko Balawista Pandeglang, Menpar melanjutkan kunker ke Mutiara Carita Cottages untuk meninjau kerusakan Amenitas akibat Tsunami, Mutiara Carita Cottages mengalami kerusakan berat di bagian fasilitas penginapan yang menghadap laut, sebelum ditinjau Menpar dan jajaran, Presiden Joko Widodo dalam peninjauan dampak Tsunami Selat Sunda juga mengunjungi cottages ini.

Data dari Tim Tourism Crisis Center (TCC)  yang diketuai Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti, menyebutkan amenitas di Kabupaten Pandeglang yang mengalami kerusakan akibat tsunami sebanyak 69 hotel dan villa rusak serta 60 warung makan dan toko rusak. Hotel dan penginapan di sekitar Carita mengalami kerusakan paling parah, di antaranya Hotel Mutiara Carita 35 unit cottage dan 24 kamar hotel rusak dengan kerusakan bangunan sekitar 85%; Sambolo Beach Bungalow dari 31 unit Bungalow yang tersisa 3 unit Bungalow dengan kerusakan bangunan 90%; Villa Rika Sambolo dengan kerusakan 90%; Lucia Cottage dengan kerusakan bangunan 70%.

“Sebanyak 50 penginapan dan hotel tidak berdampak pada kerusakan tetapi berdampak pada tidak adanya pengunjung di sekitar Carita,” lanjut Guntur Sakti.

Fasilitas umum pariwisata di sepanjang jalan tersebut masih dalam proses pembersihan. Untuk jaringan telekomunikasi, Telkomsel dan PT. Telkom sedang melakukan perbaikan jaringan, sedangkan jaringan listrik sudah berfungsi. Untuk Pos Kesehatan berada di Pantai Carita, Pantai Panimbang, dan Kabupaten Pandeglang. Bantuan juga semakin banyak datang dari beberapa organisasi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *