Abdul Aziz Adam Maulidi, Bisnis Cacing beromzet ratusan juta
Ketika kita mendengar kata cacing, mungkin beberapa dari anda akan merasa jijik ketika membayangkannya. Cacing merupakan salah satu hewan yang banyak kita jumpai di daerah berlumpur ataupun lembab. Cacing juga biasanya membantu para perani untuk menyuburkan lahannya, sebagai umpan untuk memancing dan sebagai pakan hewan peliharaan. Namun hal tersebut telah berubah di tangan bapak satu ini, Adam sapaan sehari-harinya ini telah menghasilkan uang hingga ratusan juta rupiah hanya dari budi daya cacing tersebut. Awalnya adam bekerja sebagai pegawai di salah satu perusahaan di Malang. Kemudian pada tahun 2010 beliau mengambil keputusan untuk berwirausaha, usaha pertama yang di lakoni pria ini adalah budi daya ikan. Sayangnya budi daya ikan ini tidak berjalan lama, pasalnya sduah banyak sekali masalah yang didapatkan seperti banyaknya lelenya yang mati di akibatkan penyakit.
Ide pembudidayaan cacing pertama kali muncul ketika dia melihat pakan lelenya yang berupa cacing tanah masih terssisa banyak, semantara lelenya sudah banyak yang mati. Adam melihat kalau cacing yang menjadi pakan lelenya tersebut terus berkembang tanoa mengalami masalah tertentu, melihat hal tersebut membuat Adam memberanikan diri untuk membudi dayakan cacing tanah tersebut. Pembudidayaan dilakukan dengan membuat kotak dari papan berukuran kecil, dengan sabar Adam membudidayakan cacingnya tersebut. Pada awalnya Adam kebingungan dengan pasaran yang akan di tujunya, namun kesempatan datang kepadanya melalui seorang pemilik area pemancingan.
Pemilik tersebut datang kepadanya dan memesan cacing kepadanya. Berawal dari situlah sekarang bisnis cacingnya maju pesat, awalnya budi dayanya ini memproduksi cacing sebanyak lima kologram per minggunya tapi sekarang dalam sebulan bisa mencapai satu ton lebih. Bapak berumur 39 ini juga tidak ingin menikmati sendiri idenya tersebut, dia juga menularkan ide bisnis ini ke orang-orang yang mau membuka bisnis ini. Sekarang sudah banyak pengusaha cacing yang menyuplai cacingnya ke tempat pak Adam.
Rumah cacing pak Adam sekarang ini juga telah menjadi distributor untuk pakan ikan di Dinas Perikanan Provinsi Jatim yang dibantu dalam pasukannya oleh plasma yang telah didirikannya. Awal mendirikan plasma bagi orang-orang yang mau membudidayakan cading ini sangat sulit baginya karena tidak semua orang mau melakukannya, tapi sekarang ada 100 orang yang mau belajar cara membudidayakan cacing ini per minggunya. Beliau mengatakan dalam pembudidayaan cacing ini sebenarnya sangat mudah dan kesulitan dalam mengembangbiakannya tidak rumit seperti yang lain. Untuk masalah pakannya saja anda dapat mengolah dari limbah rumah tangga, sementara perawatannya juga tidak perlu yang yang menghabiskan banyak uang.
Berdasarkan hal tersebut membuat pak Adam giat terus mengembangkan bisnisnya ini dan belum kepikiran untuk berhenti dari bisnisnya ini. Beliau juga mengatakan untuk seorang pengusaha itu harus panda melihat peluang usaha dan seharusnya dapat mengambil peluang usaha tersebut sebagai bisnis yang menguntungkan. Berwirausaha berbeda ketika kita bekerja sebagai suatu pegawai, karena seorang pengusaha dapat menciptakan sistem dan tidak terikat sementara bagi seorang pegawai dia tidak dapat berkreatifitas dan selalu saja mengikuti sistem yang ada. Adam juga mengatakan kalau bisnis ini juga dapat mengembangkan bisnis lain, seperti yang dia katakan sekarang saja dia sudah memiliki usaha perternakan ayam, kambing dan ikan yang semua pakannya itud ari cacing yang dibudidayakannya selain itu juga beliau membuat perkebunan jahe yang puuknya tersebut dari kotoran cacing budi dayanya. (arf)

