DestinationEco TourismTourism

Akibat Gempa, Objek Wisata Danau Tambing di Poso Ditutup Sementara

Gempa yang mengguncang Poso, Sulawesi Tengah pada 29 Mei 2017 lalu dan berlanjut ke gempa susulan membuat Objek Wisata Danau Tambing di Kabupaten Posos  ditutup untuk kunjungan wisatawan. Beberapa sarana dan fasilitas yang dibangun di kawasan wisata ikut mengalami rusak akibat  gempa berkekuatan 6,6 skala richter (SR) tersebut. Saat itu sarana dan fasilitas sedang diperbaiki Bahkan pasca gempa air danau sempat naik 10 meter.
Fasilitas yang rusak antara lain lapangan parkir, tanahnya retak-retak seperti patahan dan longsor, pondik peneliti/pengamatan burung rusak berat, jaringan air bersih untuk kebutuhan suplai air di kawasan, kabel listrik dalam tanah dan lainnya.

“Ya sehari setelah gempa bumi tektonik 6,6 SR mengguncang wilayah Napu, Kabupaten Poso pada 29 Mei 2017, Danau Tambing terpaksa ditutup sementara waktu,” kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), Sudayatna di Palu, Sabtu, 3 Juni 2017.

Menurut Sudayatna kerugian yang dialami Objek Wisata Danau Tambing akibat gempa diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika Objek Wisata Danau Tambing dipaksakan untuk dibuka. Maka demi kepentingan bersama, termasuk kenyamanan dan keselamatan para pengungjung, maka untuk sementara ditutup.

“Nanti setelah semua sudah diperbaiki akan dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan,” ujar Sudayatna.

Objek Wisata Danau Tambing merupakan salah satu objek wisata di Palu yang berperan menyumbangkan devisa negara. Untuk saat kunjungan wisatawan terus meroket termasuk kunjungan wisatawan mancanegara. Para wisatawan umumnya sangat tertarik dengan keindahan Danau Tambing yang memiliki ketinggian sekitar 1.700 meter dari permukaan laut

Setiap hari, khususnya pada hari libur, jumlah pengungjung di Danau Tambing berkisar 500 orang. Biaya masuk ke lokasi obyek wisata tersebut untuk pelajar/mahasiswa Rp5.000/orang dan wisatawan manca negara Rp200.000/orang.

Danau Tambing berada pada jalur Palu-Napu dapat ditempu dengan naik kendaraan sepeda motor dan mobil dalam waktu dua jam.

Obyek wisata itu memiliki sejumlah daya tarik bagi para pengunjung seperti danau dengan airnya yang jerni dan berbagai jenis ikan hidup di dalamnya.

Berikutnya, ada taman anggrek dan tanaman kantong semar, berbagai jenis pohon/kayu endemik, seperti pohon leda, tempat berkemah dan yang banyak disukai wisatawan manca negara adalah pengamatan/penelitian burung.

Danau Tambing bagi wisatawan manca negara merupakan “surganya” burung sehingga sangat cocok bagi tempat pengamatan/penelitian burung.

Di sekitar danau itu terdapat sekitar 275 jenis burung dan 30 persen diantaranya endemik yang hanya ada dan berkembangbiak di kawasan itu.

“Inilah yang sangat menarik dan unik sehingga banyak wiatawan manca negara yang datang ke obyek wisata itu,” demikian Sudayatna.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button