Akses Darat Terputus, Kemensos Kirim Bantuan ke Aceh Sumut dan Sumbar via Pesawat

0
202511281550-main.cropped_1764319823

Kementerian Sosial (Kemensos) menggerakkan operasi bantuan darurat secara besar-besaran melalui jalur udara untuk mempercepat penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Langkah ini diambil karena banyak akses darat masih terputus akibat tingginya genangan air serta kerusakan infrastruktur, sehingga distribusi logistik hanya memungkinkan melalui pesawat agar bantuan dapat tiba dalam hitungan jam.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa penanganan bencana kali ini dilakukan dalam pola koordinasi penuh antarinstansi, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. Ia menyampaikan bahwa seluruh unsur pemerintah pusat dan daerah digerakkan secara serentak untuk memastikan respons cepat di lapangan.

“Yang memimpin adalah Kepala BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, serta pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota. Semua sedang bekerja keras, dan Kemensos menjadi bagian penting dari penanganan tersebut,” ujar Gus Ipul saat ditemui di Universitas Logistik dan Bisnis Internasional, Bandung, Jumat (28/11/2025).

Dalam operasi ini, pesawat digunakan untuk mengangkut berbagai kebutuhan mendesak seperti tenda pengungsian, makanan siap saji, peralatan dapur umum, matras, pakaian dewasa dan balita, perlengkapan kebersihan, obat-obatan, hingga paket family kit. Semua pengiriman dilakukan dari Jakarta menuju posko-posko utama di tiga provinsi terdampak.

Gus Ipul menegaskan bahwa pilihan menggunakan jalur udara merupakan keputusan taktis untuk mengatasi terputusnya sejumlah ruas jalan dan memastikan bantuan tiba lebih cepat daripada menunggu akses darat pulih.

Aktivasi 700 Lumbung Sosial untuk Respons Kilat

Selain percepatan distribusi udara, Kemensos juga mengaktifkan lebih dari 700 lumbung sosial yang tersebar di berbagai daerah rawan bencana. Lumbung ini, yang berfungsi sebagai gudang logistik mini, memungkinkan bantuan diberikan lebih cepat tanpa menunggu distribusi dari pusat.

“Lumbung-lumbung sosial itu menjadi simpul logistik terdekat. Ketika bencana terjadi, kita bisa langsung bergerak tanpa menunggu pasokan baru dari Jakarta,” jelas Gus Ipul.

Hingga hari ini, Kemensos telah menyalurkan bantuan logistik bernilai:

  • Rp 3 miliar untuk Provinsi Aceh
  • Lebih dari Rp 6 miliar untuk Provinsi Sumatera Utara
  • Lebih dari Rp 600 juta untuk Provinsi Sumatera Barat

Penyaluran ini masih berjalan dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan lapangan. Gus Ipul menyebut bahwa dapur umum pun telah didirikan di berbagai titik yang menjadi lokasi pengungsian.

Layanan dapur umum Kemensos sejauh ini telah menjangkau 14.441 penyintas, dengan persebaran sebagai berikut:

  • 7.265 jiwa — Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman
  • 5.876 jiwa — Kecamatan Bayang, Pesisir Selatan
  • 900 jiwa — Kecamatan Pasaman, Pasaman Barat
  • 400 jiwa — Kota Padang

Dapur umum ini menyediakan makanan siap santap untuk warga yang terpaksa mengungsi karena tempat tinggal mereka terendam atau terdampak longsor.

Sebagaimana diketahui, hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir telah mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ribuan warga terdampak dan sebagian besar membutuhkan evakuasi cepat. Upaya Kemensos mengirimkan bantuan melalui udara dipastikan akan terus dilakukan hingga situasi membaik dan seluruh wilayah terdampak dapat diakses.

Kemensos menegaskan bahwa operasi kemanusiaan ini akan berlangsung non-stop, baik melalui jalur udara, darat, maupun melalui dukungan lumbung sosial, demi memastikan seluruh kebutuhan dasar penyintas terpenuhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *