Headline NewsHealthy LifeLifestyle

Amankah Jalani Kehamilan di Tengah Pandemi Covid-19

Kehamilan, tanpa adanya keadaan pandemi pun sudah menjadi hal yang membutuhkan perhatian ekstra bagi seorang wanita. Apalagi di masa-masa seperti saat ini, seorang calon Ibu harus mempersiapkan dirinya lebih baik lagi dalam menjalani kehamilan dan persalinan nantinya. Salah satunya adalah dengan memperkaya ilmu dan informasi mengenai kehamilan dan Covid-19 melalui sumber-sumber yang dapat dipercaya.

Covid-19 adalah penyakit infeksius yang disebabkan oleh Coronavirus jenis baru yang belum lama ini ditemukan (SARS-COV-2). Perlu ditekankan bahwa Covid-19 ini merupakan penyakit baru yang masih terus diteliti dan dipelajari oleh para ahli kesehatan dan peneliti ilmiah.

Dokter Spesialis Kandungan Brawijaya Hospital dan RS Bhayangkara Tk. RI. Said Sukanto Dr. Linda Lestari, Sp.OG mengungkapkan, Memang ibu hamil sangat memiliki resiko terhadap penyakit flu yang lebih cenderung tinggi tapi untuk sementara ini data yang di butuhkan untuk mengkaji tentang covid-19 pada ibu hamil memang belum begitu banyak, jadi untuk sampai saat ini study-study belum bisa menyimpulkan bahwa ibu hamil itu lebih rentan mengalami infeksi dan resiko-resiko yang lebih berat terhadap covid-19 di bandingkan dengan populasi umum.

“Ada kajian dari Amerika mengatakan bahwa ibu hamil itu memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap penyakit flu apabila covid itu di anggap sama atau mirip dengan gejala flu memang kita harus lebih waspada, karena ibu hamil itu memiliki kekebalan tubuh yang sangat berbeda dengan populasi umum” Ungkap Dr. Linda Lestari, Sp.OG

Dr. Linda menyimpulkan, Saya bisa menyimpulkan apabila ibu hamil itu terinfeksi covid-19 berarti itu akan tergantung gejalanya apabila mengalami gejala ringan dia tidak akan berbahaya untuk janinnya. Apabila mengalami gejala yang berat misalkan seperti sesak napas dan menggangu oksigen kedalam Rahim maka tentu akan menyebabkan gangguan dan itu tergantung di trimester berapa dia terkena.

“Memang tidak ada bukti apabila ibu hamil terkena virus covid-19 janin akan tertular jadi tidak bisa menular lewat plasenta, namun apabila ibu hamil itu mengalami gejala covid-19 yang parah akan menggangu tubuh nya terutama reproduksinya dia akan lebih mengalami oksigenisasi ke Rahim sehingga itu terjadi maka di trimester pertama akan terjadi keguguran, dan di trimester kedua dan ketiga akan menyebabkan kelahiran premature” Ucap Dr. Linda, SP.OG

Bayi yang lahir dari Rahim ibu yang positif covid-19 itu biasanya bayi ada resiko tertular namun bayi saat di lahirkan contoh terinfeksi virus lewat udara atau bayi berhubungan dengan ibunya.

Untuk saat ini fasilitas di rumah sakit ibu hamil dan anak kita masih melayani dengan prosedur khusus misalkan dengan membagi poli kandungan dengan poli yang sakit kemudian menerapkan Triase atau memilah milih pasien apabila pasien dengan gejala covid tidak di gabung dengan pasien yang tidak terkena gejala covid, dan juga ada telekomunikasi untuk pemeriksaan tanpa harus pemeriksaan secara langsung untuk datang ke rumah sakit.

Untuk mencegah penyebaran virus ini terhadap ibu hamil melakukan prosedur-prosedur standar yang seperti orang-orang lain yang tidak hamil seperti, mencuci tangan kemudian menggunakan masker , mejaga jarak dan tidak keluar rumah untuk tidak hal-hal yang tidak perlu. Ada beberapa rumah sakit yang menerapkan perjanjian bertemu dengan dokter tanpa harus menunggu ini di terapkan di beberapa rumah sakit yang ada di Indonesia untuk mencegah penyebaran virus covid-19 di Rumah Sakit tersebut.

Ibu hamil tidak memeriksa kandungan nya di bagi beberapa resikonya, apabila resikonya rendah tenetunya pemeriksaan akan di beri jarak yang lebih lama dan sedangkan memiliki resiko yang ebih tinggi seperti umur di atas 35th atau lebih mudah dan memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan penyakit yang lainnya itu di sarankan untuk kontrol secara teratur.

Tips Kehamilan dan Persalinan di tengah Pandemi Covid-19

Kehamilan dan persalinan di tengah pandemi Covid-19 ini pastinya akan lebih menantang. Namun, bukan tidak mungkin untuk seorang Ibu tetap dapat menjalani prosesnya dengan nyaman dan aman. Seorang Ibu hamil berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan mental yang berkualitas sejak sebelum, saat, dan sesudah melahirkan. Jadi, untuk menjaga keamanan dan kenyaman Ibu hamil semasa pandemi ini, disarankan untuk:

  • Sedapat mungkin untuk tetap tinggal di rumah (stay at home)
  • Menjaga kebersihan diri dan rutin mencuci tangan
  • Menghindari orang-orang yang sedang sakit
  • Mengkonsumsi makanan bergizi dan vitamin
  • Memonitor gerak janin
  • Memonitor gejala-gejala infeksi Covid-19 (demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas, diare)
  • Mengetahui tanda-tanda kegawatdaruratan pada ibu hamil seperti yang sudah disebut di atas
  • Melakukan tele konsultasi klinis dengan dokter
  • Merencanakan dengan matang untuk persalinan
  • Support dari keluarga

 

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close