Angkat Budaya Bali Pada Wisuda ke-80, Untar Dukung KTT G20

0
WhatsApp Image 2022-10-16 at 08.51.12

Wisuda ke-80 Universitas Tarumanegara yang dilangsungkan di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Sabtu pagi (15/10/2022) kembali mengangkat budaya daerah. Kali ini, budaya Bali yang dipilih untuk menghiasi jalannya wisuda.

Selain hiasan ornamen  Bali, pakaian tradisional Bali juga ikut diperlihatkan oleh  para panitia, kelompok paduan suara hingga pembawa acara.  Tak hanya itu, tarian cendrawasih dari Bali juga ikut ditampilkan  lengkap dengan iringan musik gamelan Bali.

Tarian Cendrawasih merupakan  tarian yang gerakannya terinspirasi dari kehidupan burung cendrawasih,  burung cendrawasih sendiri dalam mitologi Hindu Bali dianggap sebagai burungnya para dewa atau disebut Manuk Dewata. Wisuda yang digelar dua sesi ini turut dihadiri Gubernur Bali  Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. 

Rektor Untar  Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, M.T., M.M., I.P.U., ASEAN Eng mengatakan diangkatnya budaya Bali dalam wisuda ke 80 ini,  merupakan satu bentuk dukungan Untara dalam penyelenggaraan KTT GT20 yang digelar di Bali pada 15-18 November 2022. Saat ini, Bali sedang bersiap untuk  memantapkan  perhelatan akbar tersebut.

Selain itu, dipilihnya Bali karena sebagai jantung pariwisata negeri ini, Bali  menjadi roda penggerak ekonomi baik untuk Indonesia maupun Bali.

“Dengan mengangkat budaya Bali, kita ingin bahwa kita juga berkontribusi membawa Indonesia ke kancah Internasional yang lebih luas lagi dan kemudian budaya Bali kita terapkan di masyarakat, sesuai dengan kebutuhan kita sehingga kita betul-betul menjadi orang yang berbudaya, yang berakhlak mulia dan juga dapat menghasilkan karya-karya bermanfaat untuk kemakmuran bersama.” Kata Prof. Agustinus saat diwawancarai tim EL JOHN Media usai acara wisuda.

Prof. Agustinus mengungkapkan, diangkatnya budaya daerah merupakan misi Untar untuk memperkuat jati diri bangsa dan turut mempertahankan serta mengambangkan keunikan lokal. Tak hanya itu,  Untar juga memiliki tanggung jawab moral,  sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan namun juga budaya.  

“Oleh karena itu kami terus menggunakan budaya daerah kita dalam acara-acara, baik itu dalam wisuda maupun di acara-acara non wisuda seperti acara-acara yang diselenggarakan Universitas Tarumanagara misalnya Dies Natalis, kemudian Hari Pendidikan Nasional, Sumpah Pemuda, 17 Agustus, kita selalu mengangkat  budaya nasional kita bentuk cinta nusa dan bangsa,” sambung Prof. Agustinus.

Lebih lanjut, Prof. Agustinus mengatakan untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya daerah kepada para mahasiswa, Untar memiliki satu mata kuliah yang isinya pembelajarannya tentang budaya.

“Kami punya satu mata kuliah yang namanya mata kuliah Humaniora yang di dalamnya juga menerangkan bagaimana menjadi orang-orang humanis, cinta tanah air, melalui pembahasan, diskusi tentang kebudayaan. Karena kebudayaan itu membuat orang makin mengerti, saling menghormati, saling menghargai,” tutur Prof.Agustinus.

Bukan hanya budaya Bali yang ditonjolkan pada wisuda ke-80 ini, namun para mahasiswa yang diwisuda juga mendapat pemahaman tentang pengembangan Bali dari  Gubernur Bali  Dr. Ir. Wayan Koster, M.M.  melalui orasi wisuda.

Dalam orasi tersebut  orang nomor satu di Bali ini menyampaikan konsep Ekonomi Kerthi Bali di dalam pengembangan sektor IKM, UMKM dan Koperasi, serta Pariwisata dalam konteks Transformasi Ekonomi Kerthi Bali yang sesuai dengan tema Wisuda Universitas Tarumanagara yang ke-80, yaitu UNTAR untuk Indonesia “Meningkatkan Kinerja UMKM dan Pariwisata untuk Indonesia Bangkit.

Ekonomi Kerthi Bali adalah untuk mewujudkan Bali Berdikari dalam Bidang Ekonomi, berlandaskan nilai-nilai filosofi Sad Kerthi, yang dibangun dan dikembangkan dengan menerapkan 11 (sebelas) Prinsip,” kata Gubernur Wayan.

Kesebelas prinsip tersebut yakni Prinsip: 1) Mensyukuri/memuliakan kekayaan, keunikan, dan keunggulan sumber daya lokal Alam Bali beserta Isinya sebagai anugerah dari Hyang Pencipta; 2) Mengutamakan potensi sumber daya lokal Alam Bali beserta Isinya; 3) Dibangun/dikembangkan oleh Krama Bali secara inklusif, kreatif, dan inovatif; 4) Berbasis nilai-nilai tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal Bali; 5) Menjaga ekosistem Alam dan Budaya secara berkelanjutan; 6) Meningkatkan kapasitas perekonomian lokal Bali, berkualitas, bernilai tambah, dan berdaya saing; 7) Mengakomodasi penerapan/perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi digital; 8) Meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan Krama Bali secara Niskala-Sakala; 9) Dengan kekuatan spirit gotong-royong; 10) Untuk meningkatkan ketangguhan menghadapi dinamika perkembangan zaman secara lokal, nasional, dan global; dan 11) Menumbuhkan spirit jengah dan cinta/bangga sebagai Krama Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *