Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Jakarta Siagakan Petugas dan Pompa

0
siaranpers_pemprov_dki-20240322151736_5748x3_726

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerjunkan petugas dan menyediakan pompa sebagai penanganan bencana banjir akibat cuaca ekstrem.

Seperti diketahui, Jakarta mengalami curah hujan yang tinggi dan dalam waktu lama pada Jumat (22/3/2024) dini hari.

Terpantau curah hujan ekstrem terjadi di Semanan, Jakarta Barat, dengan intensitas 212 mm/hari dan di Pompa Tanjungan, Jakarta Utara, dengan intensitas 208 mm/hari.

Plt. Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum mengatakan, Dinas SDA sudah menyiagakan satuan tugas dan sarana prasarana dalam menanggulangi banjir, seperti pompa baik stasioner maupun mobile.

Pompa stasioner membantu mengalirkan air di wilayah yang mengalami penurunan muka tanah, sementara pompa mobile digunakan untuk menangani genangan di berbagai lokasi yang sulit dijangkau oleh pompa stasioner.

Untuk meminimalkan genangan akibat hujan deras, petugas melakukan berbagai upaya dan sinergi.

“Mulai dari pembangunan dan penguatan infrastruktur pengendali banjir, seperti waduk, perkuatan tanggul, sistem polder, dan peningkatan kapasitas drainase kawasan. Dinas SDA DKI Jakarta juga aktif mengoptimalkan operasional sarana dan prasarana, seperti rumah pompa, pintu air, dan peralatan berat lainnya,” ucap Ika pada Jumat (22/3/2024).

Berdasarkan data pertanggal 15 Maret 2024, Dinas SDA DKI Jakarta telah menyiapkan 580 unit pompa stasioner, 557 unit pompa mobile, dan 845 pintu air yang tersebar di berbagai lokasi strategis. Selain itu, juga ada 254 unit alat berat, 460 unit dump truck, dan pasukan biru sebanyak 4.226 personel yang siap siaga hadapi dampak musim hujan ini. 

Dinas SDA DKI Jakarta juga menjaga kualitas operasional dengan melakukan perawatan rutin pada pompa-pompa tersebut.

Infrastruktur pengendali banjir di DKI Jakarta dirancang untuk menanggulangi curah hujan ekstrem dengan batas 150 mm/hari untuk infrastruktur makro dan 100 mm/hari untuk infrastruktur mikro.

Maka dari itu, Dinas SDA DKI Jakarta juga rutin melakukan pengerukan di kali, waduk, saluran untuk mengangkat sedimen sehingga kapasitas saluran tetap optimal dalam menampung air guna meminimalkan terjadinya genangan saat musim hujan.

“Prinsipnya, kami selalu standby dan meningkatkan koordinasi dengan seluruh pihak seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), para Wali Kota, Camat, Lurah, hingga RT/RW, serta stakeholder dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya untuk mempercepat penanganan banjir dan meminimalkan risiko yang terjadi,” katanya.

Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca masih mendung. Selain itu, masyarakat juga diminta memantau informasi terkini mengenai wilayah terdampak banjir dan genangan, serta status ketinggian pintu air melalui link https://pantaubanjir.jakarta.go.id, https://poskobanjirdsda.jakarta.go.id, aplikasi JAKI, maupun akun Twitter @BPBDJakarta, juga Center Jakarta Siaga 112 apabila membutuhkan bantuan lebih lanjut. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *