DestinationHeadline NewsTechnologyTravel

ASISTA Nilai Pemprov Jabar Belum Gencar Promosikan Pariwisata di Jabar

Asosiasi Agen Perjalanan Wisata Indonesia (ASISTA) Jawa Barat menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Jawa Barat kurang gencar melakukan promosi pariwsiata yang ada di Jawa Barat, sehingga wisatawan mancanegara (wisman) hanya 1 juta orang yang mengunjungi Jawa Barat pada tahun lalu, padahal Pemprov Jawa Barat menargetkan 1,2 juta wisman yang datang ke Jawa Barat.

“Pada 2016, pertumbuhan pariwisata Jawa Barat sempat mandeg dan baru pada pertengahan tahun meningkat,” kata Budi dalam Rapat Kerja Daerah III Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Barat di Hotel Hilton Bandung, Rabu, 26 April 2017.

Budi mengatakan tidak adanya objek wisata di Jawa Barat yang masuk 10 destinasi prioritas membuktikan kurang gencarnya promosi yang dilakukan Pemprov Jawa Barat.  Selain itu objek wisata yang tak kalah menarik, namun  tidak masuk dalam tayangan program Visit Indonesia tahun juga  mencermikan tidak adanya keseriusan Pemprov Jawa Barat dalam mempromosikan objek wisata di Jawa Barat.

Menurutnya, promosi menjadi salah satu media penting memperkenalkan pariwisata unggulan Jawa Barat. Sehingga minat untuk datang ke bumi parahyangan bisa meningkat.

Hal ini tidak berbanding lurus dengan upaya Pemprov Jawa Barat dalam mengembangkan pariwisata Geopark Ciletuh, namun nyatanya jumlah wisman justru tidak meningkat

Budi mengakui  telah menerima keluhan dari wisman terkait kemacetan yang terjadi di Jawa Barat terutama yang menuju objek wisata yang seharusnya transportasi menuju tempat wisata harus terintegrasi dengan baik. Disinilah pemerintah membuktikan komitmennya untuk menyelesaikan permasalahan transportasi tersebut, termasuk promosi  untuk mendongkrak aktivitas pariwisata di Jawa Barat.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar yang juga hadir dalam kesempatan tersebut mengakui  akses menjadi salah satu kendala wisman belum meningkat. Terutama akses jalur udara dan laut. “Jalan darat tidak ada masalah, karena kita punya banyak ruas jalan tol juga. Yang masih jadi kendala adalah jalur laut dan udara, makanya dengan dibangunnya Bandara Internasional Jabar di Kertajati dan Pelabuhan Patimban di Subang, juga bandara kecil di Pangandaran dan Sukabumi,” kata Deddy.

Wagub menyebutkan Jawa Barat memiliki potensi besar destinasi pariwisata unggulan. Karenanya intergrasi jalur darat, laut, dan udara menjadi hal yang penting untuk mendukung pengembangan pariwisata.

Bandara dan pelabuhan, kata Deddy, harus terintegrasi koneksinya dengan jalan tol dan jalan raya dengan baik. Dengan digabungkan bersama sarana transportasi umum yang konsisten secara waktu tempuh dan kapasitasnya, wisatawan mancanegara akan semakin tertarik dan nyaman mengunjungi Jawa Barat.

Ia pun berharap pembangunan sejumlah proyek jalan tol, Bandara Kertajati, serta Pelabuhan Patimban bisa segera rampung. Sehingga pariwisata Jawa Barat pun akan terdongkrak. “2019 Jabar harus jadi destinasi wisata terbesar,” ucapnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button