Headline NewsTourismTravel

ASITA, Kemenparekraf dan  Gold Light Entertainment Berkolaborasi Gelar AWTF 2020

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) terus  menunjukkan komitmennya untuk membantu Pemerintah dalam  meningkatkan  promosi pariwisata Indonesia serta mendukung target kunjungan Wisatawan Mancanegara (wisman) dan Wisatawan Nusantara (wisnus) pada tahun ini.  Kali ini, komitmen itu, diperlihatkan ASITA dengan menggelar event berskala internasional, bertajuk ASITA WISE Travel Fair 2020 (AWTF 2020).

Event ini,  mulai disosialisasikan kepada publik, melalui acara konferensi pers yang dilangsungkan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Rabu, (12/2/2020).  Hadir dalam acara konferensi pers ini, di antaranya Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf)  Angela Tanoesoedibjo, Ketua Umum ASITA Nunung Rusmiati, CEO Gold Light Entertainment Alim Gunadi dan, CEO Melon Indonesia Dedi Suherman.

Event tersebut, akan dilaksanakan pada tanggal 3 hingga 5 April 2020 di Hall 1, Indonesia Convention and Exhibition (ICE BSD, Tangerang, Banten. Untuk mensukseskan acara ini, ASITA tak sendiri, ia berkolaborasi dengan Kemenparekraf dan  Gold Light Entertainment. Selain itu, ASITA WISE 2020 di support oleh ticketing management system yang sudah sering digunakan oleh exhibition dan music concert berskala Internasional yaitu Melon Indonesia melalui tiketapasaja.com

Wakil Menparekraf Angela Tanoesoedibjo mengapresiasi penyelenggaraan AWTF 2020 ini, yang menitikberatkan untuk peningkatan kunjungan wisnus. Angela mengatakan  kunjungan wisnus yang jumlahnya cukup besar  dapat membantu para industri pariwisata.

“Di 2018 itu, domestik travels itu, jumlahnya sekitar 337 juta perjalanan dan saya kira ini terus bisa kita dorong dan dapat membantu industri pariwisata. Selain itu, kita juga akan membuka rute-rute baru, karena kalau ini virus dampaknya setahun, maka kita harus mencari rute baru dan hub-hub baru,” kata Angela.

Ketua Umum ASITA Nunung Rusmiati mengatakan, event  ini akan menggunakan konsep Business to Business (B to B)  dan Business to Customer (B to C).  Para anggota ASITA dari 34  provinsi juga akan menjadi seller  di event tersebut.

“Jadi disini kita akan mempromosikan 34 provinsi dari setiap daerah dan itu diwajibkan untuk 34 provinsi menjual produknya, menjual paket-paketnya, yang paketnya itu sendiri adalah paket-paket wisata yang menarik,” kata Rusmiati.

Selain anggota ASITA, juga ikut beberapa perusahaan yang akan menjadi seller, antara lain dari Duta Besar Negara Asing di Indonesia, Airlines,  dan Hotel. Total ada 185 perusahaan yang  akan menjadi seller.  Sedangkan untuk buyer akan didatangkan dari berbagai negara, mulai dari Asia, Eropa dan Amerika.

Rusmiati berharap selama penyelenggaraan, ada 60 ribu pengunjung yang mengunjungi   event ini. “Satu hari kita berharap 20 ribu, kalau kita seluruh total selama tiga hari menjadi 60 ribu pengunjung,” ujar Rusmiati.

Para pengunjung dapat menikmati ratusan booth  yang dihadirkan di event ini. Booth tersebut, 70 persen di antaranya akan menjual paket wisata domestik.  Selain itu, juga  disuguhkan entertainment yang dapat menciptakan suasana atraktif untuk pengunjung yang hadir.

“Kami akan menyelenggarakan pameran pariwisata yang terbesar di Indonesia di awal tahun dengan menghadirkan konten dan promo menarik traveler Indonesia dalam perjalanan domestik maupun internasional”, ujar CEO Gold Light Entertainment Alim Gunadi.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close