Headline News

Asyik, DKI Jakarta Bakal Punya Wisata Halal.

Kementeria Pariwisata (Kemenpar) kini sedang menggeber destinasi wisata halal sesuai arahan dari Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Banyaknya wisatawan baik dari mancanegara maupun nusantara yang ingin berkunjung ke destnasi wisata halal menjadikan salah satu alasan Kemenpar untuk mengembangkan wisata halal di berbagai daerah, salah satunya di Jakarta.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwista Halal Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Riyanto Sofyan mengakui Jakarta bakal ada wisata halal. Saat ini Kemenpar sedang melakukaan perencanaan pembuatan kawasan wisata halal di DKI Jakarta.

“Akan ada KEK (kawasan ekonomi khusus) makanan halal, semacam halal port yang sedang kita godok di daerah Pulogadung,” kata Riyanto di Jakarta.

Namun menurutnya saat ini masih dalam proses perencanaan dan masih dilakukannya studi di daerah tersebut.

“Masih dalam studi yang dibuat oleh Bank Indonesia (BI), nilai proyeknya cukup besar yang masih di kaji BI,” paparnya.

Mengenai konsep yang lebih mendetail akan seperti apa jadinya tempat wisata halal di Jakarta tersebut, dirinya hanya mengungkapnya beberapa hal.

“Yang pasti di sana nanti akan ada pelabuhan, ada atraksi yang akan dikembangakan di sana, dan masih dalam tahap studi,” jelasnya.

Menurut Riyanto, selama ini industri halal hanya diartikan sebagai industri makanan dan minuman. Padahal, halal juga ada di sistem keuangan dan gaya hidup.

”Yang sekarang sedang tumbuh pesat adalah gaya hidup halal. Pariwisata ada di dalamnya,” tambah Riyanto.

Index (GMTI) 2016, total jumlah wisatawan Muslim dunia mencapai 117 juta pada 2015.

Jumlah itu diperkirakan terus bertambah hingga mencapai 168 juta wisatawan pada 2020 dengan pengeluaran di atas 200 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2,6 triliun.

”Jika dibandingkan dengan negara-negara yang ada di Asia Tenggara dalam konteks wisata halal, berdasarkan data World Travel Tourism Council atau WTTC, Indonesia baru bisa mendatangkan devisa negara dari pariwisata halal sebesar 11,9 miliar dollar AS,” kata Riyanto.

Riyanto menambahkan, selama ini industri halal hanya diartikan sebagai industri makanan dan minuman. Padahal, halal juga ada di sistem keuangan dan gaya hidup.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button