EconomicHeadline News

Bali Fintech Agenda Luncurkan 12 Elemen Untuk Dijadikan Panduan Dunia

 

Bali Fintech Agenda yang menjadi rangkaian  Annual Meeting IMF-World Bank Group (WBG) 2018 melahirkan melahirkan 12 elemen  yang bakal dijadikan  panduan bagi  seluruh institusi keuangan di dunia, pada Seminar Bali Fintech Agenda, di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018.

Ke-12 elemen itu yakni, 1) mendukung perkembangan fintech; 2) memanfaatkan teknologi baru untuk meningkatkan pelayanan jasa keuangan; 3) mendorong kompetisi serta berkomitmen kepada pasar yang terbuka, bebas dan teruji; 4) perlunya inklusi keuangan untuk semua orang dan mengembangkan pasar keuangan; 5) memantau perkembangan perubahan di sistem finansial;  6) menyesuaikan kerangka kebijakan dan praktek pengawasan terhadap perkembangan teknologi dan stabilitas sistem keuangan; 7) melindungi integritas sistem keuangan; 8) menyesuaikan kerangka hukum agar sesuai dengan perkembangan terkini; 9) memastikan stabilitas moneter dan sistem keuangan domestic; 10) mengembangkan sistem infrastruktur finansial dan data yang kuat guna memperoleh manfaat yang berkelanjutan dari fintech; 11) mendorong kerjasama informasi internasional; dan 12) meningkatkan pengawasan bersama oleh sistem moneter dan keuangan internasional.

“Agenda ini bisa memberikan kerangka kerja yang bermanfaat bagi negara-negara untuk merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kondisi dan prioritas,” kata Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde pada Seminar Bali Fintech Agenda, Kamis, 11 Oktober 2018.

Menurut Lagarde,  saat ini teknologi finansial berkontribusi besar meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang dirasakan begitu cepat. Hal ini tidak boleh berjalan sendiri, harus ada hal yang dirumuskan secara global agar ada pemanfaatannya. Lagarde ingin potensi yang baik ini dapat dirasakan semua lapisan masyarakat internasional.

“Dibutuhkan kerja sama internasional untuk mencapai potensi ini, dan kepastian bahwa revolusi ‘fintech’ yang sedang melanda, tidak hanya berguna bagi segelintir orang, namun juga bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya.

Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim juga mengatakan “Bali Fintech Agenda” bisa memberikan kerangka acuan untuk pemenuhan tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama bagi negara-negara berpenghasilan menengah kebawah, yang sulit mendapatkan akses terhadap jasa keuangan.

“Negara-negara membutuhkan pendalaman akses terhadap pasar keuangan. Bank Dunia terus fokus mewujudkan solusi ‘fintech’ untuk mendorong pemanfaatan jasa keuangan, mitigasi risiko dan mencapai kestabilan guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ungkapnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close