DestinationHeadline NewsTourism

Bandara Kulon Progo Diyakini Dapat Mendongkrak Investasi Pariwisata

Bandara Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang sedang dibangun benar-benar menjadi andalan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Bandara itu diyakini bakal menjadi dongkrak masuknya investasi di wilayah ini.

Sektor invetasi yang dapat digarap setelah pembangunan bandara ini selesai adalah sektor pariwisata , pengembangan aerotropolis, industri dan pengembangan sumber daya manusia berbasis teknologi.

“Setidaknya ada empat target investasi yanh menjadi prioritas pascapeletakkan batu pertama Bandara Temon,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulon Progo Agung Kurniawan, di Kulon Progo, seperti dikutip dari Antara, Jumat 1 September 2017.

Untuk investasi di sektor pariwisata, DPMT akan memberikan perhatiannya kepada wisata Bukit Menore. Wisata yang satu ini akan dipromosikan kepada para investor. Selain Bukit Menoreh, ada objek wisata lainnya yang patut diperkenalkan kepada para investor yakni Waduk Sermo, Kalibiru, Sendangsono, Nglinggo, dan Tritis

Hal ini juga terkait dengan program Bedah Menoreh yang mulai dilakukan berkenaan dengan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.

Bicara bandara dan objek wisata pasti ada satu hal yang mengaitkan yakni infrastruktur. Untuk infrastruktur Pemkab menyiapkan infrastruktur berupa jalan yang menghubungkan antara Bandara Temon dengan Borobudur.Pelaku objek wisata di kawasan Bukit Menoreh dapat memanfaatkan infrastruktur tersebut guna  mengembangkan potensi lokal. Jika ini dilakukan dapat dipastikan wistawan akan banyak berdatangan.

“Daya tarik area pegunungan serta udara sejuk akan bisa menjadi nilai tambah untuk pengembangan usaha penginapan wisatawan,” tambah dia.

Investasi lain yang tak kalah pentingnya adalah investasi aerotropolis. Investasi ini berada di berada di luar bandara dan airport city yang berada di dalam kawasan bandara.  Nantinya di luar bandara  akan dimanfaatkan untuk perdagangan barang dan jasa pendukung. Sementara dalam bandara akan dijadikan kawasan pendukung operasional bandara.

Tidak lengkap jika semua yang berpotensi tidak digarap salah investasi pembangunan pabrik di kawasan industri. Ada tiga kecamatan yang dibuka untuk sektor industri, yakni  Temon, Sentolo, dan Nanggulan.

Akses jalan di kawasan industri Sentolo kini sudah memadaisehingga investor kelas menengah dan besar bisa mendirikan pabriknya di areal tersebut. “Sejauh ini sudah ada sejumlah investor dan pabrik yang beroperasi di kawasan itu,” ujar dia.

Terakhir, lanjut Agung, Pemkab Kulon Progo akan mengupayakan peningkatan pelayanan kualitas publik agar sejalan dengan keberadaan bandara bertaraf internasional itu. Peningkatan ini meliputi kualitas SDM dan sarana prasarana yang sudah ada.

“Kami membuka investasi di bidang penyiapkan SDM berbasis teknologi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Fasilitasi dan Pengembangan Penanaman Modal DPMPT Kulon Progo Saryanto mengatakan sejauh ini sejumlah investor memang mulai berdatangan dan menyatakan minatnya untuk menanamkan modal di Kulon Progo.

Calon investor yang datang juga cukup beragam dari berbagai bidang. Areal selatan dan areal utara Kulon Progo masih menjadi primadona utama yang menarik penanam modal baik asing maupun dalam negeri.

“Trennya meningkat sejak peletakkan batu pertama awal tahun lalu,” pungkas dia.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button