Bandara Supadio Pontianak Resmi Layani Penerbangan Internasional Perdana

0
img-9732

Momentum bersejarah tercipta di Bandara Internasional Supadio, Pontianak, dengan resmi dimulainya layanan penerbangan internasional pada Jumat, 12 September 2025. Maskapai Air Asia membuka rute internasional perdana dengan penerbangan Kuching-Pontianak yang mengangkut 166 penumpang, termasuk Menteri Pengangkutan Sarawak, Malaysia, Dato Sri Lee Kim Shin. Pembukaan rute ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan konektivitas dan perekonomian di wilayah Kalimantan Barat.

Penerbangan internasional yang kini tersedia di Bandara Supadio menjadi pintu gerbang baru untuk wilayah Kalimantan Barat menuju dunia luar. Menurut Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, hal ini merupakan peluang emas untuk memperkuat jaringan perdagangan, investasi, dan pariwisata. Dengan frekuensi penerbangan dua kali sehari untuk rute Kuching-Pontianak dan empat kali seminggu untuk rute Kuala Lumpur-Pontianak, diharapkan konektivitas antarnegara dapat semakin optimal.

“Pontianak memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk ke berbagai daerah di Kalimantan Barat. Kehadiran layanan internasional ini akan menjadi katalisator peningkatan perekonomian dan pariwisata di kawasan ini,” ungkap Menhub Dudy dalam konferensi pers.

Menhub Dudy mengungkapkan harapan agar ke depan, jumlah maskapai dan rute internasional yang melayani Bandara Supadio bertambah, memperluas peluang pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat dan sekitarnya. Ia juga memberikan apresiasi kepada PT Angkasa Pura Indonesia atas persiapan sarana dan prasarana bandara yang mendukung operasional internasional dengan baik.

Selain itu, Dudy meminta semua pihak terkait di bandara, termasuk Imigrasi, Bea Cukai, Kekarantinaan, dan petugas keamanan, untuk selalu memberikan layanan terbaik bagi para penumpang, sekaligus menegaskan pentingnya aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, yang hadir menyaksikan penerbangan perdana ini, menyatakan bahwa rute Pontianak-Kuching akan membuka lebih banyak kesempatan untuk pengembangan sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi. Ia menekankan bahwa potensi Kalimantan Barat yang kaya akan warisan budaya Dayak, Melayu, dan Tionghoa serta inovasi pelayanan digital harus dimanfaatkan secara optimal untuk menarik wisatawan dan investor.

“Kerja sama strategis ini juga menjadi sarana penting mempererat hubungan antarwilayah perbatasan dan memperkuat identitas bangsa kita,” ujarnya.

Dato Sri Lee Kim Shin, Menteri Pengangkutan Sarawak, turut mengapresiasi sambutan hangat dari pemerintah dan masyarakat Kalbar. Ia meyakini penerbangan ini akan semakin mengeratkan hubungan sosial budaya, serta memperluas peluang ekonomi antara Pontianak dan Kuching.

“Kerja sama ini bukan hanya bermanfaat bagi pemerintah, tetapi juga masyarakat di kedua wilayah perbatasan. Mari kita bersama mendukung upaya ini demi kemajuan bersama,” ujarnya.

Fasilitas Bandara Internasional Supadio

Bandara Internasional Supadio sendiri memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung penerbangan internasional. Landasan pacu dengan ukuran 2.600 meter x 45 meter mampu menampung pesawat tipe Boeing 737-800. Terminal penumpang yang luasnya mencapai 32.000 meter persegi dirancang untuk memberikan kenyamanan optimal bagi penumpang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *