Bangun Pariwisata, Pemprov NTB Luncurkan 99 Desa Pariwisata

0
DESA-ENDE

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kini sedang fokus mengembangkan desa wisata. Untuk menggolkan tujuannya itu,  Pemprov NTB pada Jumat (26/7/2019) meluncurkan 99 desa wisata yang dikembangkan sebagai program unggulan daerah.

Wakil Gubernur NTB  Sitti Rohmi Djalilah mengatakan peluncuran 99 desa wisata ini sudah tepat  dilakukan saat ini, karena masyarakat sedang  giat-giatnya membangun desa wisata. Moment ini, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya mengingat membangun desa wisata membutuhkan kerja sama semua pihak.

Selain itu, menurut Rohmi anugerah dari Tuhan untuk NTB yang kaya akan potensi pariwisatanya. Karena itu, Rohmi mengajak seluruh pihak yang memiliki kepedulian dengan pariwisata, sehingga dapat bahu-membahu membangun dan menjadikan pariwisata NTB sebagai pariwisata berkelas.

Pembangunan desa wisata tidak perlu dengan anggaran besar. Tapi yang lebih penting adalah kelestarian alam harus tetap jaga, kearifan lokal yang unik serta keramahan masyarakat itu sendiri. Dan yang tidak kalah penting, kata Wagub, adalah kebersihan lingkungan menjadi prioritas utama. Agar para pengunjung dapat merasakan kenyamanan dan ketentraman saat berkunjung.

“Selain itu, rumah tinggal (homestay) dan sarana pendukung lainnya juga harus tetap dioptimalkan,” kata Ummi Rohmi.

Wagub juga menegaskan Pemerintah Provinsi NTB sangat komit dan bersungguh-sungguh membangun daerah yang bermuara dari desa. Berbagai program pembangunan lainnya semua diusahakan bermuara dari desa. Sehingga penurunan angka kemiskinan dapat dicapai.

Penetapan desa wisata, kata Umi Rohmi, diharapkan mampu memberikan kontribusi besar terhadap masalah kemiskinan di NTB. “Peluncuran desa wisata saat ini harus dilanjutkan dengan aksi-aksi dan kerja nyata di setiap desa yang ditetapkan sebagai desa wisata,” ucapnya.

Karena itu banyak hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat desa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki di desa. Salah satunya, penggunaan dana desa untuk membangun desa wisata. “Penggunaan dana desa, misalnya, bukan hanya berputar pada pembangunan infrastruktur semata. Tetapi, juga untuk mengembangkan potensi desa untuk dijadikan sebagai desa wisata,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *