BusinessEconomicTechnology

Bank DBS Yakin Sudah Tiba Waktunya Sambut Jenis Perbankan Baru

Bank DBS, pemimpin dalam transformasi digital, hari ini mengisyaratkan bahwa waktunya telah tiba untuk jenis perbankan baru. Setelah lebih dari satu dekade membangun warisan Asia dengan ‘Living, Breathing Asia’, DBS mengembangkan posisinya menjadi ‘Live more, Bank less – sebuah slogan baru yang berani mencerminkan keyakinan bahwa di era digital, Bank DBS menjanjikan aktivitas perbankan yang sangat sederhana dan mulus , sehingga nasabah memiliki lebih banyak waktu untuk dihabiskan bersama orang-orang atau hal-hal yang mereka pedulikan.

Piyush Gupta, CEO Bank DBS mengatakan, “Dalam 10 tahun terakhir, kami telah berhasil memantapkan diri sebagai pemimpin dalam perbankan Asia. Sementara kita tetap berakar ke Asia, Asia dengan cepat berubah, sebagaimana pergerakan di belahan dunia lainnya. Terlebih lagi dengan keberadaan smartphone, ledakan data dan peningkatan sharing economy, kini karakter dan perilaku nasabah secara signifikan sangat berbeda dari sebelumnya. Nasabah menginginkan jenis perbankan baru. Setelah membuat ulang konsep perbankan sebagai prioritas dalam beberapa tahun terakhir, kami percaya bahwa Bank DBS saat ini sudah berada pada posisi yang tepat untuk menjadi personifikasi dan mewujudkan perbankan masa depan.”

Dari kepemimpinan di Singapura hingga kepemimpinan di Asia

Selama lebih dari 50 tahun, DBS telah memantapkan dirinya sebagai pemimpin tidak hanya di Singapura tetapi juga di Asia.

Sejak didirikan pada tahun 1968 – tiga tahun setelah Singapura menjadi negara merdeka – Bank DBS telah memelopori banyak pengalaman pertama yang telah merevolusi lanskap perbankan. Selain itu, sejak diperkenalkannya ‘Living, Breathing Asia’ pada tahun 2006, DBS juga telah memantapkan dirinya sebagai pemimpin dalam perbankan Asia:

  • Melipatgandakan andakan ukuran bank. Antara tahun 2006 dan 2017, DBS memiliki pendapatan lebih dari dua kali lipat menjadi SGD 11,9 miliar dan menghasilkan hampir dua kali lipat laba bersih menjadi SGD 4,39 miliar.
  • Lebih dari tiga kali lipat kapitalisasi pasar. Pada akhir tahun 2006, kapitalisasi pasar DBS hampir sebesar SGD 20 miliar; kini capital yang dimiliki Bank DBS adalah sekitar SGD 75 miliar, menempatkan bank ini di antara 40 bank paling berharga secara global.
  • Satu-satunya bank Singapura dan Asia yang masuk ke dalam enam pengelola kekayaan teratas di kawasan ini, sekaligus merupakan salah satudi antara lima pemain teratas untuk perbankan korporasi.
  • Satu-satunya bank Asia yang hadir dalam tiga sumbu pertumbuhan utama – Cina, Asia Selatan, dan Asia Tenggara.

Tidak hanya diakui sebagai ‘Bank Digital Terbaik Dunia’ oleh Euromoney, tetapi juga ‘Bank Terbaik Asia’ oleh publikasi terkemuka seperti The Banker, Euromoney, IFR Asia, dan Global Finance. Bank DBS juga disebutkan sebagai ‘Bank Paling Aman di Asia’ oleh Global Finance selama sembilan tahun berturut-turut. Bank DBS juga menempati posisi teratas dalam daftar merek bank paling berharga di ASEAN selama enam tahun berturut-turut dengan nilai sebesar USD 6,49 miliar pada 2018.

Live more, Bank less’ menentukan fase pertumbuhan DBS berikutnya

Dengan adanya revolusi digital, perbankan secara fundamental mengalami pembaharuan definisi. Pada usianya yang ke50, DBS, seperti perbankan, berada di persimpangan jalan. Melalui slogan Live more, Bank less, Bank DBS mewujudkan keyakinan bahwa mereka harus tetap berada di garis terdepan untuk perubahan dalam 50 tahun berikutnya.

Live more, Bank Less‘ merangkum banyak aspek dan DBS bertekad untuk membuat nasabahnya agar dapat:

Hidup Tanpa Kerumitan dengan Perbankan yang Tak Terlihat

o   Menanamkan perbankan dalam perjalanan dan pengalaman nasabah. Dengan fokus yang kuat untuk menyatukan perbankan ke dalam kehidupan sehari-hari nasabahnya, dalam sembilan bulan terakhir, bank telah meluncurkan marketplace untuk mobil, properti dan listrik. Nasabah yang ingin membeli atau menjual mobil mereka, menyewa properti atau memilih penyedia listrik sekarang dapat melakukannya melalui situs DBS. Rancangan yang didasari API sertafokus pada desain yang berpusat pada manusia dan pengalaman pengguna dapat membantu membuat perbankan lebih sederhana dan mulus.

o   Membuat bank yang selalu mendampingi nasabahnya. Dengan DBS iWealth, nasabah di Singapura dan Hong Kong dapat mengelola, bertransaksi dan berdagang melalui ponsel mereka 24/7. Di India dan Indonesia, digibank tidak menggunakan kertas, tidak membutuhkan tanda tangan,tanpa cabang, dan seluruh bank berada di dalam ponsel mereka.

Memperbesar Peluang-Peluang dalam Hidup

o   Dengan DBS iWealth, bank menyediakan wawasan dan informasi bagi nasabah di Singapura dan Hong Kong untuk lebih memanfaatkan peluang investasi dengan baik. Ini termasuk memiliki akses kepada portofolio yang mutakhir dan analisis kinerja, serta penelitian yang diakurasi dan pandangan investasi yang kontekstual ke portofolio atau preferensi mereka.

o   UKM dengan DBS BusinessClass memiliki akses menuju tren pasar terkini dan jugakomunitas pemimpin bisnis Asia yang berwawasan luas, termasuk pemodal bisnis dan rekan bisnis.

o   Kepala Pejabat Keuangan (Chief Financial Officer) dan bendahara perusahaan dapat mengelola dan memproyeksikan posisi kas mereka dengan mengklik tombol dengan Treasury Prism – sebuah bendahara daring pertama di dunia dan alat simulasi pengelolaan uang tunai.

Hidup yang Lebih bermakna

o   Mendorong nasabah untuk memiliki kesadaran sosial dengan membuat mereka lebih memahami berbagai cara untuk melakukannya.

o   Menyediakan generasi berikutnya dengan peluang untuk bersama-sama menciptakan solusi yang inovatif dalam memecahkan masalah.

o   Membantu para wirausahawan sosial mewujudkan ide mereka melalui hibah, layanan perbankan, bimbingan dan menyediakan platform untuk berbagi pekerjaan dan menawarkan pendanaan kepada mereka.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close