EconomicHeadline News

Bekraf Luncurkan Portal Trend Forecasting Singularity

Badan Ekonomi Kreatif melalui Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan kembali meluncurkan hasil risetnya. Bertajuk Trend Forecast 2019/2020, launching kali ini bertempat di Auditorium 8 CGV – Grand Indonesia. Trend Forecast ini diharapkan bisa menjadi rujukan bagi pelaku industri, desainer, maupun akademisi bidang desain yang selama ini kesulitan mendapatkan referensi trend dalam negeri. Trend yang berisi panduan dan inspirasi dalam bentuk, desain, warna, sketsa hingga selera pasar terkini.

ITF merupakan perhelatan tahunan yang sudah mulai digagas sejak tahun lalu. Menghasilkan 5 buku turunan bertemakan “Greyzone”, TrendForecasting 2017/2018 telah diluncurkan pada awal tahun 2017. Kelima buku tersebut antara lain: TrendFashion Modest (Muslim) 2017/2018, Trend Tekstil, Trend Desain Interior 2017/2018, dan Trend Desain Produk 2017/2018. Hasil trend forecast ini telah banyak diaplikasikan oleh para pelaku ekonomi kreatif Indonesia dan juga di lingkungan akademisi.

Trend forecasting 2019/2020 digarap dengan sangat serius dengan melibatkan tim dari berbagai bidang keilmuan. Berada di bawah koordinasi tim yang menyebut dirinya Indonesia Trend Forecasting (ITF), riset trend ini melibatkan peneliti dari berbagai bidang seperti ekonomi, demografi, antropologi, lingkungan hidup, teknologi informatika, dan tentu saja desainer. Berbagai asosiasi desainer juga turut ambil bagian, seperti fashion (Indonesia Fashion Chamber), desain interior (Himpunan Desainer Interior Indonesia), desain produk (Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia), tekstil (Komunitas Tekstil ITB), serta grafis (Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia).

Penyusunan trend forecast 2019/2020 ini melalui proses yang panjang. Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan, Abdur Rohim Boy Berawi menyatakan, “Pengumpulan data dilakukan baik langsung dari lapangan, menyuplik dari berbagai sumber, dan juga dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, yaitu dengan metode data crawling. Demi menghasilkan hasil yang lebih akurat, serangkaian Diskusi Kelompok Terpumpun(DKT) dengan para ahlijuga dilakukan secara intensif. Sehingga pemahaman yang mendalam mengenai fenomena-fenomena penggerak trend benar didapat.

Ada yang berbeda, pada tahun kedua peluncuran trend forecast yang dikomando oleh Bekraf ini. Tidak lagi menjadi peluncuran buku seperti pada peluncuran “Greyzone tahun lalu, trend forecast 2019/2020 kali ini dikemas dalam sebuah portal. “Kami mencoba memperkuat ekosistem desain dan ekonomi kreatif melalui penyebaran trend forecast yang lebih masif”, jelas Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik. Ricky menambahkan, ke depannya portal ini juga akan berfungsi sebagai wadah bagi desainer, termasuk fashion desainer, untuk berinteraksi satu sama lain dan dengan pelaku kreatif lainnya.

Pada tahun 2018, Bekraf dan ITF meluncurkan hasil riset trend forecasting untuk memberikan arahan trend bagi subsektor fashion, kriya, desain interior, dan desain produk untuk 2019/2020 mendatang. Dina Midiani menyebutkan bahwa hasil riset trend forecasting tersebut juga hadir dalam format konten IMPULSE sebagai tema besar, dan DECODING sebagai acuan penerapan nya. “Penting sekali menerapkan trend forecast yang dikawinkan dengan kekayaan unsur lokal yang kita miliki” tambah Dina Midiani, Koordinator Tim Penyusun ITF.

Tema besar trend forecasting kali ini adalah “Singularity”.Penamaan ini terinspirasi dari paradoks terbesar dalam abad ke 21 dengan beberapa pertanyaan yang mendasari, misalnya apakah eksistensi kita akan terhapus oleh mesin, atau justru keberadaan mesin tersebut akan memperbaiki eksistensi kita menjadi “manusia super”?

Isti Dhaniswari menjelaskan, keganjilan teknologi (disebut sebagai Singularity) adalah sebuah hipotesis yang memprediksi bahwa penemuan kecerdasan artifisial super akan memicu secara tiba-tiba pelarian pertumbuhan teknologi yang menghasilkan kecerdasan super yang begitu kuatnya, yang secara kualitatif akan jauh melampaui seluruh kecerdasan manusia. Hal ini merupakan titik kritis untuk mempertanyakan masa depan supremasi manusia di muka bumi. “Ada 4 tema menarik yang menjadi representasi dari Singularity untuk Indonesia tahun 2019/2020”, tambah Isti Dhaniswari, Konseptor dan Penulis dari Tim ITF.

Keempat tema tersebut yaitu pertama Exuberant, sebuah karakter kemanusiaan yang dinamis dan cerdas serta menjadi spirit positif untuk menguasai singularity. Tema kedua,  Neo Medieval Adalah pola pikir yang menjadikan kemajuan teknologi sebagai sebuah paradoks dalam konsep singularity. Ketiga adalah  Svarga, Tema trend ini mewakili potensi kemanusiaan yang inklusif dan berempati pada latar belakang kultural sehingga memperkuat posisi manusia dalam singularity. Dan terakhir tema Cortex, yang mewakili sistem dasar yang mendistrupsi kehidupan dalam singularity.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close