DestinationTechnologyTourism

Berau Mulai Menerapkan Teknologi Untuk Mempromosikan Pariwisata

Berau terus gencar mempromosikan destinasi wisata yang dimilikinya. Kali ini melalui pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur mulai Go Digital dalam mempromosikan serta memberikan kemudahan bagi wisatawan-wisatawan.
Dengan digelarnya pelatihan operator e-tourism Geographic Information System (GIS) di Hotel Nirwana Tanjung Redeb pad Senin 5 Juni 2017 lalu. Menandakan bahwa Pemerintah setempat sudah beradaptasi dan mulai meninggalkan cara konvensional untuk memajukan pariwisata di Berau.

Peserta pelatihan sendiri diikuti oleh perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang berasal dari 13 kecamatan se-Kabupaten Berau. Kepala Disbdupar Berau Mappasikra Mappaseleng menjelaskan dengan GIS mampu menyediakan informasi dan menampilkan bentuk visual serta deskripsi mengenai lokasi pariwisata secara lengkap.

“GIS ini bukan hal baru. Namun, memang baru diterapkan di Berau. Dengan program ini kami berharap tidak ada lagi miskomunikasi dengan wisatawan. Selain itu, kami juga bisa melakukan pendataan secara akurat tentang kunjungan wisatawan, objek mana saja yang paling banyak dikunjungi,” ujar Mappasikra.

Keberagaman Destinasi wisata di Berau serta memiliki pesona yang luar biasa seperti Danau Labuan Cermin di Bidukbiduk, Pulau Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki. Menteri Pariwisata Arief Yahya pun pernah melakukan kunjungan ke destinasi tersebut ketika masih di PT Telkom Indonesia.

“Bagus sekali. Naturenya sebagai destinasi wisata bahari sangat bagus, culture-nya juga kuat, tinggal dibuat lebih agresif di manmade, agar destinasi ini lebih hidup, lebih berkembang, dan lebih mendunia,” jelas Arief.
Syarat pengembangan suatu destinasi adalah melalui 3A, yaitu Atraksi, Akses, Amenitas. Ketiganya harus diperkuat sebelum melakukan promosi besar-besaran di media.

“Tinggal dilihat saja, bottlenecking-nya ada di mana? Apakah di akses, yang membutuhkan dua kali penerbangan? Apakah amenitas, hotel, resto, café dan lainnya? Jangan sampai setelah dipromosikan banyak orang yang tertarik tetapi tidak bisa masuk ke sana karena kapasitasnya kurang?” tutur Mappasikra.

Mappasikra juga menambahkan dengan banyaknya objek wisata air panas dan air terjun di daerah Berau. Sehingga objek-objek wisata haruslah dilengkapi dengan informasi yang jelas dan lengkap sehingga memudahkan wisatawan yang akan berlibur.

“Pariwisata merupakan industri yang menjanjikan peningkatan ekonomi, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam mineral,” lanjut Mappasikra.

Melalui pendataan yang dilakukan melalui GIS nantinya akan menjadi acuan bagi pemkab untuk membuat kebijakan untuk pengembangkan Pariwisata. Mappasikra juga berharap jaringan internet di objek-objek wisata nantinya akan tersedia dengan baik. Kebutuhan akan jaringan internet menurutnya sangat penting karena tidak hanya untuk update data GIS tapi juga untuk ajang promosi melalui media sosial oleh para wisatawan.

“Kami hanya bisa berharap tahun mendatang tidak ada blank spot seperti di Pulau Kakaban dan Pulau Sangalaki,” tukas Mappasikra.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button